Berita Populer: Bos Karoseri Soal Bus Putera Fajar; Fakta Baru Bus Maut Subang

16 Mei 2024 8:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wujud bus pariwisata Putera Fajar pasca kecelakaan di Subang, Jawa Barat.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wujud bus pariwisata Putera Fajar pasca kecelakaan di Subang, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Komentar bos salah satu karoseri terkemuka di Indonesia soal uji KIR bus pariwisata maut menjadi salah satu berita populer kumparanOTO, Rabu (15/5).
ADVERTISEMENT
Kemudian ada fakta baru mengenai bus Putera Fajar yang kecelakaan di Subang, serta galeri foto bus listrik konversi buah karya mahasiswa Universitas Indonesia.
Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Bos Karoseri Ini Heran Bus Putera Fajar Sempat Lolos Uji Berkala

Direktur Utama PT Karoseri Trijaya Union, Dhimas Yuniarso merasa heran dengan bus Putera Fajar yang alami kecelakaan di Subang akhir pekan kemarin, ternyata pernah lolos uji berkala. Sampai akhirnya kedaluwarsa sejak bulan Desember 2023 lalu.
Keheranannya ini bukan tanpa alasan, sebab armada Putera Fajar tersebut diketahui merupakan hasil konversi bodi dari unit bus yang cukup lawas. Bahkan sampai mengubah jenis bodi dari standard deck (SD) menjadi super high deck (SHD).

Bus Maut Putera Fajar Rupanya Rombak Bodi Setelah Masa Berlaku Uji Berkala Habis

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengungkap fakta baru terkait bus Putera Fajar yang kecelakaan di Subang pada Sabtu 11 Mei 2024 lalu.
ADVERTISEMENT
Bus tersebut diketahui telah rombak bodi pada awal 2024, dari bodi Laksana Discovery menjadi bodi menyerupai Adiputro dengan wujud Super High Deck (SHD). Hanya saja setelah itu belum diuji lagi.

Foto: Bus Listrik Konversi Garapan UI dan Petrosea di Pameran Busworld 2024

Universitas Indonesia (UI) dan perusahaan tambang Petrosea, berkolaborasi menggarap bus listrik konversi. Kendaraan angkutan penumpang setrum tersebut mejeng di pameran Busworld yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 15-17 Mei 2024.
Secara umum tak ada ubahan pada bodi, interior, maupun bentuk keseluruhan bus. Yang berubah adalah tak ada lagi dapur pacu mesin diesel, karena digantikan dengan perangkat power train listrik berbasis baterai.