Berita Populer: Honda PCX 160 Bisa Dipesan; Pelat Nomor Cantik Rp 26 Miliar

Artikel yang membahas motor baru Honda PCX 160 yang sebelum peluncurannya, ternyata sudah bisa dipesan melalui diler Honda, menjadi berita populer kumparanOTO pada Senin (1/2).
Calon pemilik motor baru tersebut bisa langsung memberikan tanda jadi sebesar Rp 500 ribu. Nantinya akan dimasukkan sebagai konsumen yang diprioritaskan mendapat unitnya lebih dulu.
Selain itu pelat nomor cantik yang berupa satu angka juga tak kalah populer. Disusul mobil Esemka yang kini jadi kendaraan dinas desa di Boyolali.
Rangkuman berita populer kumparanOTO
Diler Honda Buka Inden untuk PCX 160, Tanda Jadi Rp 500 Ribu Saja
Beberapa diler resmi Honda sudah buka-bukan soal peluncuran Honda PCX 160 di Indonesia. Bahkan, diler di bilangan Pamulang, Tangerang Selatan sudah membuka keran inden untuk generasi terbaru PCX itu.
Saat kumparan hubungi, tenaga penjual mengatakan bagi yang tertarik memiliki Honda PCX 160 lebih cepat bisa ikut antrean inden dengan menyetor sejumlah uang atau tanda jadi.
Menurut tenaga penjual, sudah ada sekitar 10 orang yang menyatakan tertarik meminang Honda PCX 160. Dia juga menjanjikan unit akan dikirim paling lama 1 minggu setelah peluncurannya.
Pelat Nomor Cantik Ini Bernilai Rp 26 Miliar, Minat?
Punya pelat nomor cantik bisa jadi kebanggaan sendiri. Tak cuma jadi pusat perhatian, tapi bisa dongkrak status sosial.
Ya bahkan, bisa bikin mobil yang biasa saja jadi eksklusif. Karena itu banyak yang rela rogoh kocek dalam-dalam, buat memilikinya.
Seperti yang sedang jadi perbincangan di Melbourne, Australia. Mercedes-AMG C43 Estate berpelat nomor '1' tertangkap kamera.
Makin Eksis, Mobil Esemka Jadi Kendaraan Operasional Desa di Boyolali
Esemka diam-diam mulai merintis eksistensinya. Perlahan tapi pasti, ragam konsumen mulai dari individu, korporasi, maupun lembaga pemerintah tertarik produk dari pabrikan otomotif yang bermarkas di Boyolali, Jawa Tengah itu.
Terakhir, mobil Esemka dipercaya menjadi kendaraan operasional pemerintah Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah.
Pemerintah desa tersebut menggunakan satu unit Esemka Bima 1.3 sebagai mobil operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kebonan Mandiri.
