Berita Populer: Suzuki Grand Vitara Cocok Buat 'Nyaleg'; Toyota Vellfire Lenyap

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suzuki Grand Vitara GX A/T Dual Tone. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Grand Vitara GX A/T Dual Tone. Foto: Sena Pratama/kumparan

Detail video On The Reels kumparanOTO soal Suzuki Grand Vitara yang cocok buat 'nyaleg' jadi berita populer edisi Senin (1/1/2024).

Kemudian Toyota Vellfire yang sudah tidak tampil di laman resmi Toyota-Astra Motor (TAM), serta tanggapan BYD soal pasar ASEAN.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Suzuki Grand Vitara Hybrid Jadi Andalan Buat 'Nyaleg'

Suzuki Grand Vitara GX A/T Dual Tone. Foto: Sena Pratama/kumparan

Suzuki Grand Vitara hybrid menambah pilihan mobil elektrifikasi yang tersedia di pasar saat ini. Mobil dengan teknologi plug-in hybrid ini rupanya menawarkan konsumsi BBM yang cukup baik.

Sebelum kita kasih tahu seberapa irit konsumsi BBM Suzuki Grand Vitara hybrid itu, mobil ini ternyata cukup pas buat ‘nyaleg’: nyari dan lihat yang enak-enak nggak sih.

kumparan post embed

Toyota Vellfire Lenyap dari Situs TAM, Sudah Tak Dijual?

Toyota New Alphard dan Vellfire. mendapat pembaruan fitur di awal 2020. Foto: dok. Toyota

Toyota Vellfire sudah tidak terlihat lagi dalam katalog produk MPV pada laman resmi PT Toyota-Astra Motor (TAM). Padahal, model ini kerap menjadi pilihan selain Alphard.

Belum lagi, sejak TAM memperkenalkan model terbaru Alphard pada Agustus lalu, pabrikan justru tak turut menyertakan kembarannya Vellfire. Generasi anyar keduanya sebenarnya hadir bersamaan di Jepang.

kumparan post embed

Negara ASEAN ‘Adu Cantik’ Jadi Basis Produksi BEV, BYD: Masalah Membahagiakan

Mengunjungi kantor pusat BYD di Shenzhen China Foto: Dok. Istimewa

Mobil listrik adalah sebuah keniscayaan. Hal itu dikatakan oleh BYD Asia-Pacific Auto Sales Division - General Manager Liu Xueliang saat ditemui di kantor pusat BYD, Shenzhen, China beberapa waktu lalu.

Sehingga sejumlah negara, kata Liu masing-masing negara merilis kebijakan-kebijakan untuk menarik investasi pengembangan industri mobil listrik.

kumparan post embed