Berita Populer: Uji 'Turbo' Yamaha Aerox Alpha; Gugatan BMW AG ke BYD Ditolak

3 Juli 2025 8:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Berita Populer: Uji 'Turbo' Yamaha Aerox Alpha; Gugatan BMW AG ke BYD Ditolak
Uji performa Yamaha Aerox Alpha 'Turbo' hingga putusan gugatan BMW AG ke BYD ditolak merupakan berita populer kumparanOTO, Rabu (2/7). #kumparanOTO
kumparanOTO
Yamaha Aerox saat touring singkat di Lombok. Foto: Yamaha
zoom-in-whitePerbesar
Yamaha Aerox saat touring singkat di Lombok. Foto: Yamaha
ADVERTISEMENT
Ulasan kami soal motor skutik Yamaha Aerox Alpha 'Turbo' terbaru menjadi salah satu berita populer pembaca kumparanOTO, Rabu (2/7).
ADVERTISEMENT
Kemudian informasi gugatan BMW AG terhadap BYD Indonesia yang gagal, serta saran pakar yang menyarankan agar mobil listrik dengan baterai nikel diberi insentif tambahan.
Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Mencoba Sensasi Turbo Yamaha Aerox Alpha, Effortless Saat Deselerasi

Setelah menjajal Yamaha Aerox Alpha di Sirkuit Karting Sentul Bogor dan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, kini giliran membuktikan performanya untuk melibas jalanan umum di Lombok.
kumparan berkesempatan menjajal Aerox Alpha Turbo dari Senggigi hingga ke Sirkuit Mandalika. Rute yang dipilih bisa dibilang touring singkat dengan jarak sekitar 80 kilometer.

Gugatan BMW AG ke BYD Soal M6 Ditolak Pengadilan

Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat menolak gugatan pabrikan otomotif asal Jerman, Bayerische Motoren Werke Aktiengesellschaft atau BMW AG terhadap BYD Motor Indonesia atas penggunaan merek M6 di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hal ini mengacu pada Putusan PN Jakarta Pusat Nomor 19/Pdt.Sus-HKI/Merek/2025/PN Niaga Jkt.Pst tertanggal 25 Juni 2025, yang menyatakan gugatan penggugat (BMW AG) dinyatakan tidak dapat diterima dan penggugat berada di pihak yang kalah, maka harus dihukum membayar biaya perkara.

Pakar: Mobil Listrik Pakai Baterai Nikel Perlu Insentif Tambahan

Hilirisasi ekosistem kendaraan listrik terkait pemanfaatan sumber daya nikel di Indonesia jadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Namun nyatanya, perusahaan mobil listrik banyak yang mengemas baterai Lithium Iron Phosphate (LFP).
Fenomena tersebut tentu tidak sejalan dengan apa yang sedang diusahakan pemerintah. Peneliti sekaligus Founder National Battery Research Institute (NBRI) Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini menyatakan bahwa pemerintah perlu mendukung industri nikel dengan memberikan insentif lebih bagi produk-produk yang dibekali baterai NCM (Nickel Cobalt Manganese).
ADVERTISEMENT