kumparan
search-gray
Otomotif3 November 2019 8:03

Berkendara Saat Hujan, Waspada Bahaya 'Aquaplaning'

Konten Redaksi kumparan
Berkendara saat hujan
Berkendara saat hujan. Foto: Pixabay
Musim hujan tiba, pengemudi mobil harus ekstra hati-hati. Tak hanya masalah visibilitas, terjadinya fenomena hydroplaning atau aquaplaning juga perlu diwaspadai.
ADVERTISEMENT
Melansir dari Carkey, itu merupakan kondisi di mana ban kehilangan cengkeramannya, pada permukaan jalan karena adanya air di antara keduanya. Kondisi ini sering menyebabkan mobil tergelincir hingga terjadi kecelakaan.
Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya aquaplaning yaitu, seberapa banyak genangan air pada jalan, seberapa cepat laju mobil, serta kondisi ban mobil.
otomotif, aquaplaning, hydroplaning, tips otomotif, Indonesia
ilustrasi aquaplaning. Foto: media.torque.com
Artinya, jika pengendara memacu mobil dalam kecepatan tinggi dalam kondisi hujan lebat, maka kemungkinan terjadi aquaplaning cukup besar.
Kepala Bengkel Daihatsu Auto Tara Margonda, Depok, Agus, mengatakan saat kondisi hujan dan banyak genangan air di jalan, pengemudi memang seharusnya mengurangi kecepatan.
"Kalau lewat genangan air harusnya mengurangi kecepatan, karena yang dikhawatirkan jalan itu berlubang, tipsnya pertama kalau ada genangan air paling kalau bisa dihindari dan juga kurangi kecepatannya," kata Agus saat ditemui kumparan, Rabu (30/10).
Berkendara di musim hujan
Berkendara di musim hujan Foto: dok. kumparan
Menurut Agus, pengemudi yang memperhatikan kecepatannya saat melaju di jalan tol, seharusnya kecil kemungkinan dapat mengalami kejadian tergelincir akibat genangan air.
ADVERTISEMENT
Jika kejadian tersebut terjadi, maka seringkali disebabkan akibat pemakaian rem yang tidak semestinya. Saat kecepatan tinggi maupun sedang, pengendara juga harus tetap menjaga jarak dengan mobil di depannya sehingga bisa mengantisipasi rem mendadak.
"Kalau kita normal kan pasti perlahan-lahan berhenti, tapi kalau tidak semestinya (melaju kencang dan tidak jaga jarak) itu ketika tiba-tiba mengerem mendadak pasti akan terjadi slip, apalagi kondisi jalan basah, slipnya itu kemungkinan akan lebih cepat," jelas Agus.
Video
Selain itu, kondisi kembang ban juga akan berpengaruh. Kembang ban atau alur ban berfungsi sebagai jalur air ketika melewati jalanan basah sehingga daya cengkeram ban stabil.
"Kalau kembangnya sudah tipis, antara ban dan jalan kurang mencengkeram, jadi akan mudah tergelincir, apalagi pemakaian remnya ekstrem," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white