Bodi Terbelah Dua, Ini Rahasia YouTuber Selamat dari Kecelakaan Maut McLaren

Salah satu hal yang disorot setelah insiden kecelakaan tunggal McLaren 720S milik kreator YouTube Andra ST (21) dan Robby Pantjaro (21) adalah kondisi visual yang terbilang sangat ekstrem. Membuat bodi hypercar itu terbelah menjadi dua bagian.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 1:45 WIB itu berlokasi di Jalan Solo-Wonogiri, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Dijelaskan, mobil kehilangan kendali dan kemudian menabrak pagar, tiang telepon, dan tiang listrik secara beruntun.
Kejadian tersebut cukup memantik opini awam tentang mengapa mobil yang punya spesifikasi layaknya kendaraan balap, justru seakan tampak ringkih pasca mengalami benturan. Publik kerap menilai, objek yang tidak tetap utuh setelah terjadi momen dahsyat, kualitasnya patut dipertanyakan.
"Kasus kecelakaan McLaren 720S di Sukoharjo memang menarik perhatian karena mobil tersebut terbelah menjadi dua setelah menghantam tiang listrik, pagar, dan pembatas beton secara beruntun," buka Yannes kepada kumparan, Jumat (10/7/2026).
Secara kalkulasi mekanis, fenomena hancurnya bodi mobil eksotis ini nyatanya bukan merupakan indikator rapuhnya sebuah konstruksi rancang bangun kendaraan. Kondisi ekstrem tersebut justru merupakan manifestasi nyata dari hukum pelepasan energi dalam fisika otomotif.
Sebagai jet darat yang legal di jalan raya, McLaren 720S dibekali jantung mekanis V8 twin-turbo yang sanggup memuntahkan daya hingga 710 tenaga kuda. Semburan daya masif itu memungkinkannya berakselerasi dalam hitungan detik sekaligus menghasilkan energi kinetik yang luar biasa besar saat melaju kencang.
"Saat kendaraan kehilangan traksi lalu mengalami impak dengan beberapa objek tetap, energi tersebut harus diserap hampir seketika oleh struktur kendaraan," tambah Yannes.
Ketika mobil kehilangan kendali, beban benturan yang diterima oleh sasis tidak lagi berpusat pada satu titik, melainkan terjadi secara beruntun. Urutan hantaman pada objek-objek keras tersebut memicu terjadinya kombinasi gaya tekan, gaya puntir, serta gaya geser yang jauh lebih kompleks.
Meskipun panel luarnya tampak terkoyak dan terbelah, rahasia keselamatan utama dari mobil ini bertumpu pada struktur inti yang bernama Monocage II. Komponen berbahan serat karbon ini dirancang dengan tingkat kekakuan tertinggi namun tetap memiliki bobot yang sangat ringan.
"Spesifikasi McLaren 720S menggunakan Monocage II berbahan carbon fiber yang dirancang sangat kaku dan ringan untuk mempertahankan integritas ruang penumpang," jelas Yannes.
Berkat ketangguhan sel pelindung karbon tersebut, bagian kabin utama mobil tetap utuh terisolasi dan tidak mengalami deformasi ruang yang menjepit pengemudi. Alhasil, seluruh penumpang di dalamnya dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka-luka ringan pasca insiden horor tersebut.
Di sisi lain, seluruh komponen nonstruktural dan panel bodi luar memang sengaja didesain untuk mudah terlepas ataupun patah saat batas toleransi gayanya terlampaui. Desain ini sengaja diaplikasikan demi mengejar distribusi bobot, aerodinamika, serta fungsi penyerapan energi benturan agar tidak merembet ke area penumpang.
"Jadi, terbelahnya bodi bukan berarti sistem keselamatannya gagal. Melainkan bagian dari filosofi engineering hypercar yang mengorbankan komponen nonstruktural untuk menyerap energi benturan sekaligus menjaga ruang kabin tetap utuh," kata Yannes.
Kendati demikian, Yannes menegaskan bahwa insiden tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi para loyalis kecepatan bahwa menjinakkan mobil berspesifikasi tinggi menuntut tanggung jawab yang tidak main-main.
"Kasus ini tentunya menjadi pengingat bahwa kendaraan berperforma sangat tinggi seperti hypercar menuntut keterampilan mengemudi khusus, konsentrasi, dan pengendalian yang jauh lebih tinggi ketika digunakan di jalan umum," pungkas Yannes.
