BYD Akui Studi Pasar Kei Car Listrik Racco Masuk Indonesia

BYD Indonesia memberi sinyal kuat terkait potensi peluncuran mobil listrik ringkas terbarunya, yakni BYD Racco. Sebelumnya model ini telah hadir di Jepang dan disebut mendapat respons positif.
Setelah beberapa waktu lalu muncul di akun media sosial BYD Indonesia, saat ini, pabrikan mengaku tengah melakukan studi pasar mendalam untuk mengukur respons dan ceruk konsumen di tanah air, demikian ungkap Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan kepada kumparan.
Terkait BYD Racco, saat ini BYD sedang melakukan studi untuk melihat potensi dan respons pasar terhadap produk tersebut di Indonesia.
Langkah BYD mempertimbangkan kehadiran Racco tak lepas dari tren pergeseran preferensi konsumen perkotaan di Indonesia, yang kian melirik kendaraan listrik berukuran ringkas untuk mobilitas harian.
Racco sendiri sebelumnya telah membuktikan taji dan daya tariknya setelah resmi diperkenalkan di pasar otomotif Jepang. Di Negeri Sakura, segmen mobil ringkas atau kei car memiliki karakteristik konsumen yang sangat kuat dan ceruk pasar yang terbilang matang.
Mobil listrik berdimensi ringkas ini pun langsung mencatatkan performa penjualan yang impresif sejak awal peluncurannya di Jepang pada akhir Juli lalu.
Dalam tempo dua minggu pertama sejak resmi dirilis, BYD Racco berhasil membukukan lebih dari 1.000 pesanan. Angka pemesanan tersebut terus merangkak naik.
Pencapaian manis di Jepang tersebut menjadi indikator positif bagi BYD untuk melihat peluang keterimaan model serupa di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, penerimaan masyarakat terhadap jajaran mobil listrik BYD tercatat cukup positif. Sinyal antusiasme publik terhadap BYD Racco pun mulai bermunculan seiring beredarnya informasi mengenai performa mobil tersebut di pasar global.
"Seperti kita ketahui bersama di pasar Jepang, segmen kendaraan compact memiliki karakteristik yang kuat. Dan terbukti BYD Racco mendapatkan respons positif, dengan lebih dari 1.000 pesanan dalam dua minggu pertama sejak diluncurkan pada akhir Juli, dan kini telah mencapai 1.600 unit," lanjutnya.
Luther berharap proses riset dan analisis pasar yang tengah berjalan dapat segera rampung. Hasil riset tersebut nantinya akan menjadi pijakan utama penentuan strategi harga, spesifikasi, hingga kepastian jadwal peluncuran BYD Racco di tanah air.
"Di Indonesia sendiri, kami juga terus menerima berbagai feedback positif dan antusiasme dari masyarakat. Mudah-mudahan studi market yang sedang kami lakukan dapat segera difinalisasi untuk melihat langkah ke depannya di pasar Indonesia," tutup Luther.
