BYD Atto 1 Lebih Laris dari LCGC, Pengamat: Kelas Menengah Makin Rasional
18 November 2025 10:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Pada bulan Oktober 2025 lalu, mobil listrik anyar BYD Atto 1 sukses menyalip total penjualan segmen mobil LCGC (Low Cost Green Car) secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal ini, pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu memandang bahwa hal ini berkat pengaruh dari pola konsumsi masyarakat kelas menengah.
”Fakta bahwa BYD Atto 1 secara kumulatif bisa melampaui LCGC itu sinyal kuat bahwa segmen konsumen rasional di kelas menengah-bawah dan menengah sudah mulai menggeser cara pandang mereka,” kata Yannes kepada kumparan, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, saat ini konsumen di segmen tersebut tak lagi sekadar memandang bahwa harga BYD Atto 1 atau LCGC merupakan mobil terjangkau. Melainkan juga dari beberapa sudut pandang lain, utamanya biaya kepemilikan.
”Dari sekadar membeli karena adanya harga termurah yang mampu mereka jangkau dengan keuangannya di showroom menjadi membeli dengan pertimbangan added value terkait dengan biaya total cost of ownership,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Terlebih, ada beberapa keuntungan yang ditawarkan mobil listrik seperti BYD Atto 1. Mulai dari ongkos perawatan yang lebih minim, harga listrik lebih murah dari bensin, bebas aturan ganjil-genap bagi pemilik di area Jabodetabek, hingga fitur-fitur yang ditawarkan.
Yannes menambahkan, adanya BYD Atto 1 bukan mengindikasikan secara langsung jika konsumen kelas menengah-bawah pindah ke mobil listrik, tetapi memindahkan kelompok konsumen potensial LCGC ke BYD Atto 1 di rentang harga serupa.
”Jadi bukan berarti bahwa seluruh kelas menengah bawah langsung pindah ke EV (electric vehicle), tapi mulai muncul kantong-kantong konsumen yang dulu kandidat kuat pembeli LCGC, kini memilih EV murah seperti Atto 1,” ucapnya.
”Karena merasa value for money dan gengsi sosialnya lebih tinggi dengan cicilan yang masih bisa mereka kejar,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Ia menyimpulkan, konsumen-konsumen tersebut mengalihkan paradigma ‘mobil paling murah di harga awal’ yang melekat pada LCGC menjadi ‘mobil paling masuk akal secara biaya kepemilikan dan rasa pakai yang menyenangkan’ di EV murah.
Penjualan LCGC vs BYD Atto 1
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) mencapai 9.396 unit. Artinya mencakup 88,7 persen dari total penjualan BYD di bulan ke-10 sebanyak 10.593 unit.
Rentang harga BYD Atto 1 memang mendekati segmen LCGC. Atto 1 Dynamic dilego Rp 195 juta dan tipe Premium dibanderol Rp 235 juta. Harga yang ditawarkan tersebut sukses menarik minat konsumen, hingga berhasil melewati total penjualan LCGC.
Setidaknya, sebanyak 8.505 unit LCGC berbagai merek dan model telah terdistribusi dari pabrik ke diler pada Oktober 2025. Lebih rendah 891 unit dibandingkan BYD Atto 1.
ADVERTISEMENT
