BYD Tahan Jual PHEV di Indonesia, Tunggu Regulasi Baru

2 Desember 2025 17:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BYD Tahan Jual PHEV di Indonesia, Tunggu Regulasi Baru
BYD masih menunggu regulasi pasti untuk mobil berteknologi PHEV sebelum mulai memasarkan di Indonesia. #kumparanOTO
kumparanOTO
MPV BYD M9 berpenggerak PHEV. Foto: Dok. BYD
zoom-in-whitePerbesar
MPV BYD M9 berpenggerak PHEV. Foto: Dok. BYD
ADVERTISEMENT
Meski punya mobil dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dalam portoflio produk globalnya, BYD nampaknya masih memiliki pertimbangan besar sebelum membawanya ke pasar Indonesia.
ADVERTISEMENT
Head of Public Relations & Government PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan, PHEV merupakan elemen penting bagi lini produk BYD sebagai opsi kendaraan ramah lingkungan yang masih menggendong mesin pembakaran.
”Kita akui kita adalah salah satu pemain besar di PHEV. Sangat mungkin sekali untuk kami bawa ke Indonesia. Apalagi line-up PHEV dan EV kita itu paling komplit saat ini di setiap segmen,” buka Luther di arena Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 beberapa waktu lalu.
Ilustrasi logo mobil listrik BYD. Foto: Sena Pratama/kumparan
Lebih lanjut, ia berharap ada dukungan dari pemerintah untuk mendorong penetrasi PHEV di pasar otomotif nasional. Hal ini dikarenakan mobil PHEV punya benefit lebih baik ketimbang hybrid biasa, terlebih dalam hal emisi bahan bakar.
ADVERTISEMENT
”Memang kami saat ini menunggu regulasi yang lebih firm terhadap PHEV. Karena ini harus lebih terlihat berbeda antara plug-in hybrid dengan hybrid biasa,” sambungnya.

Teknologi DM-i

Ilustrasi teknologi PHEV dari BYD bernama DM-i. Foto: Dok. BYD
Mengulik sedikit, sebenarnya seperti apa teknologi PHEV yang dimiliki BYD? Mengutip laman resmi perusahaan, BYD punya sistem PHEV bernama DM-i. Sebuah peranti PHEV yang menggabungkan mesin bensin, baterai besar, serta motor penggerak layaknya mobil listrik.
BYD mengeklaim, sistem DM-i memiliki diferensiasi dengan teknologi PHEV lain. Jika kebanyakan PHEV juga mengandalkan mesin konvensional untuk memberikan tenaga ke roda, BYD DM-i hanya menggunakan motor listrik saja.
BYD Seal Hybrid. Foto: BYD
Mudahnya, ia bekerja sebagai serial hybrid. Alias, mesin bensin hanya bekerja sebagai generator untuk mengisi baterai ketika kandungan listriknya sudah rendah. Mirip dengan teknologi eSmart Hybrid dari Daihatsu atau Nissan e-Power, hanya saja BYD DM-i punya baterai jauh lebih besar.
ADVERTISEMENT
Baterai yang besar memungkinkan teknologi DM-i untuk melakukan pengecasan seperti mobil listrik murni. Sehingga, kombinasi pengisian listrik dari mesin dan mengisi daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi opsi menarik untuk negara dengan fasilitas charging yang masih terbatas seperti di Indonesia.

Peluang hadir di Indonesia

BYD Chazor hybrid. Foto: dok. BYD
Kendati memiliki fleksibilitas dalam hal penggunaan energi, bisa listrik maupun bensin, Luther membuka peluang besar untuk mulai menjajakan produk PHEV dari BYD mulai tahun depan.
“Sangat mungkin kita bawa di tahun depan untuk melengkapi line-up sebagai solusi juga terhadap daerah tertentu yang mungkin masih mengalami masalah di sisi infrastruktur,” ucapnya.
Menurut Luther, PHEV menjadi fase yang cocok sebagai transisi dari mesin bensin konvensional menuju full listrik.
ADVERTISEMENT
“PHEV teknologi transisi yang baik supaya orang lebih melihat dulu bahwa sebenarnya EV adalah solusi transportasi masa depan. Sementara PHEV ini sebenarnya EV, karena di banyak negara PHEV itu masuk dalam kategori EV,” pungkasnya.