kumparan
7 November 2019 9:00

Catatan Kami Setelah Menjajal Mitsubishi Xpander Crossover di Jepang

Saya menyempatkan foto di samping Mitsubishi Xpander Crossover. Sayang, ada bagian yang perlu ditutupi. Foto: Istimewa
Rintik hujan di fasilitas RnD Mitsubishi yang berlokasi di Okazaki, Aichi, Jepang menyambut kumparan saat sesi first drive Mitsubishi Xpander varian Crossover.
Sebelum saya membahas soal impresi berkendara singkat Mitsubishi Xpander Crossover, rasanya perlu mengupas apa saja ubahan atau pembeda Xpander Crossover dengan versi standar.
Strategi Tambah Varian Mitsubishi Xpander:
  • Oktober 2018: Ultimate tambah cruise control, GLX double blower dan velg
  • Agustus 2018: GLS A/T, Sport M/T
  • April 2019: Xpander Limited
  • November 2019: Xpander Crossover
Xpander Crossover ini menjadi upaya Mitsubishi untuk mengerek penjualan Xpander. Apalagi, tiga berlian sadar ada kebutuhan dari konsumen untuk sebuah kendaraan dengan fungsionalitas MPV namun bisa diajak berkendara semi off-road.

Ubahan

Bila Mitsubishi menyebut Xpander sebagai MPV rasa SUV, di varian barunya ini, nuansa mobil ‘serba bisa’ lebih dikuatkan. Secara kosmetika, dia mendapat beberapa penambahan komponen bodi agar tampilannya lebih SUV.
Dari depan, ada penyegaran pada bagian grille. Kemudian, lampu utama sekarang sudah full LED dengan penambahan daytime running light.
Di samping itu, nuansa kotak juga diaplikasikan bahwa bagian bumper bagian bawah. Pun dengan kisi-kisi di under bumper yang dibuat persegi panjang, yang jumlahnya dikurangi dari empat menjadi tiga lubang.
Berlanjut ke sisi samping, Xpander Crossover memiliki over fender dan under side body yang senada dengan bentuk fender.
Sedangkan di belakang, ada sedikit revisi dari varian standar Mitsubishi Xpander. Panel pintu pada emblem tiga berlian kini berwarna hitam.
Under bumper juga dibuat mengotak agar serasi dengan under bumper depan. Kombinasi yang cukup manis. Sayangnya, saya tak boleh menangkap gambarnya untuk kemudian dipublikasikan kepada Anda, pembaca kumparan.
Agar nuansa SUV makin paripurna, Mitsubishi Xpander Crossover ini juga mendapat tambahan roof rail.

Lebih tinggi 20 mm

Inilah yang menjadi fokus dan 'amunisi' jualan Mitsubishi Xpander Crossover. Ya, dia menggunakan ukuran velg 1 inci lebih besar menjadi 17 inci. Desainnya pun berubah dan menyerupai garputala. Secara total ground clearance Xpander Crossover ini mencapai 225 mm --naik 20 mm dibandingkan varian standar.
Kalau kita bicara data, ground clearance Mitsubishi Crossover ini menjadi yang paling tinggi di kelasnya. Bahkan untuk segmen LSUV sekalipun yang dihuni Toyota Rush dan Honda BR-V.
Perbandingan Ground Clearance LSUV:
  • Toyota Rush 220 mm
  • Honda BR-V 201 mm
  • DFSK 560 200 mm

Interior

Diposisikan sebagai varian tertinggi, tentu saja membuat Mitsubishi perlu menambahkan unsur premium di kabin Xpander Crossover.
Balutan jok kulit dengan kombinasi warna cokelat dan hitam. Begitu pula dengan warna pada tatanan dashboard. Nuansa mobil ini lebih maskulin dan elegan. untuk tatanan dashboard ada kombinasi warna cokelat, silver, dan hitam.

Impresi berkendara

kumparan mendapatkan kesempatan untuk menjajal varian dengan transmisi manual pada sebuah area tes di fasilitas R&D Okazaki, Jepang. Sayang waktu yang disediakan tak banyak dan tak lebih dari 10 menit.
Rute sejauh 3,5 kilometer dirasa Mitsubishi sudah cukup untuk memberikan rasa berkendara dan menunjukkan kelebihan produk mereka.
Medan tes didominasi jalan bergelombang serta berlubang dengan kondisi berpasir dan debu. Pengujian ini dilakukan dengan beberapa kondisi kecepatan 50 hingga 80 km/jam.
Bocoran Mitsubishi Xpander crossover Foto: dok. MMKSI
Ubahan pada suspensi --masih garapan KYB-- membuat gejala limbung tidak begitu terasa. Secara teori, penambahan tinggi dan dimensi membuat mobil ini agak sedikit lebih limbung dibandingkan versi standar.
Mitsubishi Xpander Crossover pun menghantam jalan kriting dan berlubang. Bantingan terasa nyaman. Kekedapan kabin juga patut diapresiasi terlebih ketika melewati jalan berpasir.
Meski singkat, saya bisa menyimpulkan bahwa Xpander Crossover ini jauh lebih baik dibandingkan kompetitornya —khususnya untuk soal bantingan suspensi dan kekedapan kabin. Sedangkan untuk eksterior, tentu menjadi nilai lebih bagi mereka yang mungkin agak bosan dengan tampilan Xpander standar.
Sejumlah pewarta mencoba Mitsubishi Xpander Crossover di Okazaki, Aichi, Jepang. Foto: Istimewa

Sikut segmen low SUV

Sudah barang tentu, masuknya Mitsubishi Xpander Crossover juga menjadi jurus untuk mengangkat kembali penjualan Xpander. Data menunjukkan, penjualan Xpander turun menjadi 48.195 unit sepanjang Januari-September 2019, dari perolehan periode yang sama tahun 2018 dengan 60.717 unit.
Mitsubishi Xpander Crossover bagaimanapun menjadi upaya tiga berlian untuk memperluas pasar. Dengan ground clearance yang lebih tinggi dan tampilan cenderung ke SUV, varian baru ini tentu saja akan berkompetisi dengan Toyota Rush dan Honda BR-V.
Sebuah cara yang menarik untuk membuat Mitsubishi Xpander tetap dilirik.
Mitsubishi Xpander Crossover OTOHITZ Foto: Argy Pradypta Martanegara
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan