Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Cerita Ekspor 1 Juta Unit Motor Yamaha Buatan Pulogadung
18 April 2017 17:26 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:18 WIB
ADVERTISEMENT

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berhasil menjadi penyumbang ekspor roda dua terbanyak di Indonesia. Sepanjang tahun lalu mereka mengirim 167 ribuan unit dari total ekspor 284.065 unit.
ADVERTISEMENT
Ekspor Yamaha Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak 20 tahun yang lalu. Kala itu, mereka mengirim motor-motor bebek ke pasar Amerika Selatan dan Afrika.
"Hingga saat ini sejak 1997, sudah 1 juta unit lebih motor Yamaha yang diekspor," kata GM Aftersales & PR YIMM M. Abidin saat acara peresmian ekspor XMAX 300 ke Eropa di kantor pusat Yamaha Indonesia, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/4).
Abidin mengenang cerita ketika Yamaha Indonesia mulai membidik pasar Eropa. Ini tak lepas ketika pabrik Pulogadung dipilih sebagai basis produksi model-model global yakni R25, R3, dan N-Max.
YIMM sendiri memiliki fasilitas produksi yang berlokasi di Pulogadung dan Karawang. Masing-masing pabrik tersebut memiliki kapasitas maksimum sekira 1,7 juta unit.

Ketika dipercaya membuat model global, pabrikan berlambang garpu tala itu mengalokasikan fasilitas Pulogadung untuk membuat model tersebut. Sementara model seperti Jupiter dan Mio Series ditangani pabrik Karawang.
ADVERTISEMENT
"Pada Oktober 2014 kami mulai ekspor global model R3 dan R25," ujar Abidin.
Mendapat tanggung jawab memproduksi model global untuk pasar Eropa bukan perkara mudah. Abidin ingat betul bagaimana standar kualitas dan safety di sana sangat ketat.
"Mulai dari buku manual hingga motornya itu harus sesuai dengan standar mereka. Kalau untuk buku manual, ada acuannya yakni ANSI (American Standard Institute)," katanya.
Selain itu, Abidin turun langsung untuk uji coba langsung sepeda motor buatan Pulogadung di Eropa. Menurut dia, secara kualitas motor rakitan Indonesia sangat diterima konsumen sana. Meskipun ada beberapa komponen yang perlu diganti.
"Contohnya ban, mereka mau brand Eropa yang mereka kenal. Secara kualitas nggak masalah, tapi nama dari sebuah brand itu menjadi penting secara umum. Mereka (konsumen Eropa) enggak terlalu masalahin negaranya," kata Abidin.
ADVERTISEMENT

Setelah R3, R23, dan N-Max yang diekspor pada awal 2015, YIMM kini mendapat tugas baru untuk memproduksi XMAX 300 di Pulogadung. Jika di Indonesia, motor tersebut adalah XMAX 250 yang hingga kini belum juga meluncur di pasar Tanah Air.
Sebagai model ekspor untuk pasar Eropa, Yamaha XMAX 300 tentu saja memiliki sejumlah perbedaan dengan XMAX 250. Perbedaan itu meliputi kapasitas mesin, komponen mata kucing (reflektor di spakbor belakang), standar emisi, dan pilihan warna.
"Boleh dibilang (ekspor YIMM) ini worldwide. Dikirim ke seluruh dunia, baik itu Eropa, Asia, Amerika, termasuk Amerika Selatan," klaim Abidin.
Kualitas SDM
Selain ekspor produk, YIMM juga mengirimkan para tenaga ahli di bagian kualitas dan produksi ke negara-negara sasaran ekspor. Sehingga, kata Abidin, sumber daya manusia yang dimiliki YIMM sudah berstandar global.
ADVERTISEMENT
"Kami punya Global Training Center di Karawang. Teman-teman dari after sales juga memberikan penjelaskan di Jepang ke teman-teman dari Eropa. Sebelum kami ekspor modelnya, kami ajarkan fitur-fitur dan teknologi. Jadi betul-betul transfer teknologinya ke SDM di Indonesia itu sangat berguna sekali," ucapnya.