Daihatsu Andalkan Toyota untuk Teknologi Mobil Elektrifikasi
·waktu baca 2 menit

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) akhirnya mulai buka suara terkait rencana strategi mereka dalam hal kendaraan elektrifikasi.
Melalui Division Head Marketing & Customer Relation PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso, mengatakan saat ini pihaknya tengah mempelajari perkembangan mobil ramah lingkungan di Tanah Air.
“Daihatsu selalu mempertimbangkan dulu bagaimana permintaan daripada masyarakat terhadap mobil listrik. Karena kalau dilihat mulai hangat isu tentang mobil listrik,” jelas Hendrayadi belum lama ini.
Andalkan teknologi elektrifikasi Toyota
Lebih lanjut, Hendrayadi mengatakan Daihatsu bersama saudaranya, Toyota memang sedang mengembangkan teknologi elektrifikasi. Namun, ia enggan berkomentar lebih lanjut akan diterapkan pada model apa.
“Kita akan selalu bersama-sama dengan Toyota. Jadi sebenarnya teknologi (elektrifikasi) sudah tersedia di Toyota, tapi kapan, diterapkan di model apa, itu tentunya kita akan bersama-sama dengan Toyota,” tutur Hendrayadi.
Diaplikasikan pada Xenia-Avanza?
Untuk pasar Jepang, Daihatsu dan Toyota sudah meluncurkan Rocky dan Raize hybrid menggunakan teknologi e-Smart Hybrid Daihatsu. Menariknya, teknologi itu dipasang pada mobil yang mengadopsi platform Daihatsu New Global Architecture atau DNGA.
Kala itu, R&D Product Planning Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengakui penggunaan platform DNGA ini bertujuan untuk aplikasi teknologi baru ke depannya.
“Sebenarnya secara total konstruksi, dia ini DNGA kan memang disiapkan untuk implementasi teknologi-teknologi baru ke depannya,” beber Anjar beberapa waktu lalu.
Cukup menarik ditunggu apabila memang benar ke depannya teknologi baru seperti hybrid akan diterapkan pada mobil sejuta umat, yakni duo Xenia-Avanza. Mengingat pamor kedua mobil tersebut di Indonesia yang sudah sangat tinggi.
Permintaan masih rendah
Meski begitu, Marketing Director and Corporate Planning & Communication Director PT ADM Amelia Tjandra melihat permintaan mobil ramah lingkungan di Indonesia masih cukup rendah dan daya belinya juga belum dapat mencapai harga mobil listrik saat ini.
“Kalau ada demand, ada supply, saat ini kami melihat demand masih kecil, karena daya belinya belum mampu. Mobil-mobil yang laku di Indonesia itu di bawah Rp 200 jutaan,” terang Amelia.
Namun bukan berarti Daihatsu akan tinggal diam, Amelia mengakui jika saat ini sudah banyak insinyur-insinyur dari Daihatsu yang sudah mulai mempelajari teknologi mobil listrik berbasis baterai bersama Toyota.
“Daihatsu sebagai grup Toyota juga sudah mengirimkan insinyur-insinyur untuk belajar tentang Electric Vehicle di Toyota Motor Corporation, jadi belajarnya sama,” tutup Amelia.
