Daihatsu Rocky dan Toyota Raize Inden Berbulan-bulan, Terganggu Krisis Chip?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Raize dan Daihatsu Rocky. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Raize dan Daihatsu Rocky. Foto: Dok. kumparan

Tingginya minat masyarakat terhadap dua mobil kembar, Daihatsu Rocky dan Toyota Raize, membuat inden keduanya mengular hingga beberapa bulan.

Untuk Daihatsu Rocky, saat ini waktu indennya mencapai maksimal 2 bulan, sementara Toyota Raize pengirimannya jauh lebih lama bahkan bisa mencapai 9 bulan untuk varian tertinggi GR TSS.

Lamanya inden yang terjadi itu lantas menimbulkan berbagai rumor, salah satunya menyoal keterkaitan antara hambatan produksi dengan krisis chip yang terjadi di global. Sebab, beberapa merek otomotif asal Jepang lainnya, seperti Toyota, Mitsubishi, Nissan, hingga Suzuki dilaporkan harus menghentikan sementara atau mengurangi kapasitas produksinya.

kumparan post embed

Menanggapi hal itu, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, menampik dengan tegas rumor yang beredar tersebut.

“Krisis semikonduktor memang terjadi secara global, semua negara mengalami, beberapa bahkan akan stop produksi di bulan Juni. Tapi saya bisa katakan, enggak semua tipe mengalami kesulitan semikonduktor. Sampai hari ini, pabrik ADM masih beroperasi secara normal dan belum terdampak,” jelas Amelia pada acara media test drive Daihatsu Rocky, Selasa (25/5/2021).

Daihatsu Rocky ADS (kiri) dan Daihatsu Rocku ASA (kanan). Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Penerapan Protokol Kesehatan dan Pembatasan Kerumunan

Lebih lanjut, Amelia membeberkan, adanya inden yang terjadi pada Daihatsu Rocky dan Toyota Raize lebih disebabkan adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga, kapasitas produksi yang ada pun harus dibatasi guna meminimalisir kerumunan di dalam fasilitas produksi.

Dengan kondisi seperti itu, ADM pun saat ini harus membagi antara produksi Daihatsu Rocky dan Toyota Raize dengan model-model lainnya. Sebab, menurutnya sangat tidak mungkin untuk meningkatkan kapasitas di tengah situasi pandemi COVID-19.

“Dalam masa (pandemi) COVID-19, kapasitas terpakai kami tidak bisa optimal, karena kami mesti mengikuti protokol kesehatan. Dan kami tidak mau mengabaikan protokol demi mendapatkan volume yang lebih besar,” beber Amelia.

kumparan post embed

Adapun untuk produksi Daihatsu Rocky dan Toyota Raize, saat ini sudah mencapai 3.200 unit sejak April hingga Mei 2021. Rinciannya, 1.200 unit untuk Daihatsu dan 2.000 unit untuk Toyota.

“Lebih banyaklah kakak (Toyota) dapatnya. Karena target dia (Toyota) 2.000 unit, target kami 500 unit, jadi dia disuplai lebih banyak,” ucap Amelia.

Toyota Raize. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Spesifikasi Daihatsu Rocky dan Toyota Raize

Meluncur secara bersamaan pada 30 April 2021 lalu, Daihatsu Rocky dan Toyota Raize saat ini hanya ditawarkan dalam 1 pilihan varian mesin, yakni bensin 3 silinder berkapasitas 1.0 liter turbocharger.

Mesin itu mampu menghasilkan tenaga 96,7 dk dan torsi 140 Nm. Keduanya baik itu Rocky atau Raize sama-sama memiliki 2 pilihan transmisi, manual 5 percepatan dan otomatik dual CVT.

***