Denza D9: EV Premium dengan Biaya Kepemilikan Rendah
·waktu baca 3 menit

Pemilik mobil premium masih memikirkan soal biaya kepemilikan? Tentu saja, bahkan bisa jadi lebih intens.
Hadirnya Denza di Indonesia bukan sekadar menawarkan kemewahan khas mobil premium saja, melainkan sebagai wujud perspektif baru—menggabungkan unsur kenyamanan dengan rasionalitas biaya kepemilikan.
Berawal dari harga jualnya, Denza D9 dipasarkan dengan harga paling terjangkau di segmen MPV 7-seater premium. Bahkan ketika dibandingkan dengan model lain yang berpenggerak hybrid, full listrik, maupun bensin konvensional.
Denza D9 ditawarkan seharga Rp 950 juta on the road Jakarta. Tidak seperti para rivalnya yang dijajakan di atas Rp 1 miliar. Nah, benefit itu terus dirasakan sampai setelah unit Denza D9 tiba di rumah.
Ketika digunakan sehari-hari dengan jarak tempuh rata-rata 40 kilometer, Denza D9 hadir dengan figur konsumsi energi di angka 5,8 km/kWh. Artinya, kebutuhan energi satu hari hanya 6,9 kWh.
Coba dihitung dengan asumsi melakukan pengecasan di rumah dengan tarif listrik Rp1.699 per kWh, satu hari dengan skenario tersebut hanya membutuhkan dana Rp11.723.
Tarif itu jadi dasar perhitungan. Jika dihitung satu bulan, cukup dengan Rp 351 ribu dan Rp 4,2 juta per tahun.
Sementara, apabila mengandalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), biaya operasional Denza D9 hanya Rp 534 ribu per bulan dan Rp 6,5 juta per tahun.
Biaya yang dikeluarkan lebih rendah sekitar 77 persen dibandingkan model lain di segmen serupa, khususnya untuk yang masih mengandalkan mesin bensin konvensional.
Salah satu pemilik Denza, Benny mengungkap keputusan cemerlangnya untuk memiliki Denza D9. Sebab, ia bisa berhemat signifikan berkat running cost yang rendah.
“Saya sudah 1 tahun menggunakan Denza D9. Biaya listrik per bulan di Rp 600 ribu, sekitar 250-300 kWh per bulan,” kata Benny kepada kumparan, Minggu (17/5/2026).
Sebelumnya, biaya energi per bulan ketika masih menggunakan mobil internal combustion engine (ICE) mencapai Rp 2 juta per bulan (sebelum kenaikan harga bahan bakar minyak di 2026).
“Ketika memakai mobil ICE pengisian BBM bisa mencapai Rp 2 juta per bulan,” tambahnya.
Efisiensi yang ditawarkan Denza D9 bukan semata tentang penghematan. Melainkan sebagai bentuk ketenangan yang hadir dalam kepemilikan. Tentunya, tanpa kompromi soal kenyamanan dan citra premium Denza D9
Efisiensi tak melulu soal biaya energi, perawatan purna pembelian pun jadi perhatian. Mobil listrik seperti Denza D9 terbilang minim perawatan. Paling sederhana penggantian oli berkala yang tak lagi diperlukan.
“Biaya servis selama ini masih di-cover dari Denza selama 6 tahun, sehingga masih free service. Hanya ada beberapa komponen yang gak di-cover seperti ban, wiper, dan filter AC,” jelasnya.
Kendati demikian, sejumlah komponen bergerak seperti rem, ban, wiper, hingga suspensi memang tetap perlu perhatian. Untungnya, Denza memberikan tujuh kali servis gratis ketika konsumen melakukan pembelian.
Definisi kemewahan baru dihadirkan oleh Denza. Tidak hanya mewah secara harfiah dalam bentuk produk, tapi juga biaya yang efisien turut menjadi sebuah kemewahan untuk mobilitas sehari-hari.
