Dianggap Hambat Tren Mobil Listrik, Toyota Diboikot Sejumlah Organisasi AS

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo mobil listrik Toyota. Foto: Auto Express
zoom-in-whitePerbesar
Logo mobil listrik Toyota. Foto: Auto Express

Jenama asal Jepang, Toyota, diboikot oleh sejumlah organisasi pemerhati lingkungan di Amerika Serikat.

Mengutip dari Electrek, pemboikotan ini dipicu karena Toyota dinilai tidak setuju pada perkembangan kendaraan elektrifikasi dan cenderung ingin menghalangi upaya percepatan tren mobil listrik.

Pernyataan dari berbagai organisasi itu tentu bukan tanpa alasan, sebelumnya pemilik Toyota, Akio Toyoda, memang secara terang-terangan mengatakan tak setuju dengan perkembangan mobil listrik yang terlalu cepat.

Akio berpendapat, dengan peralihan terhadap mobil listrik yang terlalu cepat, bukanlah solusi yang tepat untuk mengurangi polusi udara di dunia. Dirinya beranggapan, dengan mengalihkan industri otomotif berbasis mesin pembakaran internal ke kendaraan listrik, justru akan menimbulkan masalah baru, yakni menyoal hilangnya jutaan lapangan pekerjaan

“Dalam mengejar netralitas karbon, karbon adalah musuh besar kita, bukan mesin pembakaran internal. Untuk mengurangi karbon, saya rasa harus ada solusi yang praktis dan berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi setiap negara,” ucap Akio beberapa waktu lalu.

Presiden Direktur Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda Foto: Toyota Times

Toyota memang mendorong pemanfaatan berbagai jenis teknologi termasuk hybrid, plug-in hybrid, mobil listrik berbasis baterai, hingga hidrogen untuk memangkas produksi emisi dari roda empat.

Lebih lanjut, pabrikan asal Jepang ini juga menentang revisi program insentif pajak kendaraan listrik yang dicanangkan pemerintah Federal Amerika Serikat.

Pada revisi program insentif tersebut, pemerintah Amerika Serikat akan menghapus batasan jumlah kendaraan per pabrikan yang bisa mendapatkan insentif itu.

Jauh sebelum itu, Toyota juga pernah mendukung gugatan mantan presiden Donald Trump terhadap rencana pemberlakuan standar emisi yang lebih ketat di wilayah California dibandingkan wilayah lainnya di Amerika Serikat.

Logo mobil listrik Toyota. Foto: Auto Express

Akibat berbagai langkah yang dilakukan Toyota itu, sejumlah organisasi pemerhati lingkungan di Amerika Serikat resmi memboikot merek mobil Toyota.

Setidaknya ada 15 organisasi yang resmi memboikot Toyota, berikut lengkapnya.

  1. Center for Biological Diversity

  2. Coltura

  3. Electric Auto Association

  4. Environmental Defense Fund

  5. Environmental Working Group

  6. GreenLatinos

  7. League of Conservation Voters (LCV)

  8. Mobilify Southwestern Pennsylvania

  9. Moms Clean Air Force

  10. Philadelphia Solar Energy Association

  11. Plug In America

  12. Public Citizen

  13. Sierra Club

  14. Tri-State Transportation Campaign

  15. Union of Concerned Scientists.

Toyota COMS Foto: Dok. Istimewa

Pendiri kelompok advokasi EV Plug-in America, Paul Scott, mengatakan langkah ini terpaksa dilakukan demi memperbaiki kualitas hidup manusia di masa mendatang.

“Perubahan iklim terus berlangsung setiap saat, dan kami harus mulai melawan pencemar lingkungan,” ucap Paul.

Adapun Paul Scott sendiri mengajukan pemboikotan terhadap merek Toyota di wilayah Santa Monica, Amerika Serikat.

Toyota Prius PHEV. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Melalui surat pernyataan pemboikotan, perwakilan organisasi juga meminta pertemuan secara langsung dengan presiden dan CEO Toyota Motor Amerika Utara, Tetsuo Ogawa, untuk membahas hal tersebut.

“Sebagai kelompok kolektif organisasi yang prihatin dengan konsekuensi luar biasa dari tindakan semacam itu, kami meminta Toyota untuk tidak menghalangi pendanaan Kongres dari visi presiden. Sebaliknya, kami mendesak Toyota untuk sepenuhnya mendukung investasi kendaraan listrik baterai di semua moda transportasi, dan kebutuhan infrastruktur lainnya,” kata Paul pada surat pernyataan tersebut.

***