Digempur Wabah COVID-19, Penjualan Motor Bekas Premium Anjlok

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deretan moge di RnJ Motosport Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deretan moge di RnJ Motosport Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Pandemi COVID-19 di Indonesia mulai dirasakan pedagang sepeda motor bekas berstatus premium --moge. Penjualannya merosot tajam, bahkan sampai minus lebih dari 50 persen.

Nampaknya masyarakat berkantong tebal juga mulai wait and see, sebelum membelanjakan uangnya. Pasalnya, belum ada kejelasan kapan pandemi ini berakhir, dan semua kembali normal.

"Selama April ini penurunannya parah sampai 60 persen. Biasanya sehari bisa jual 4 sampai 5, sekarang cuma 1 atau 2 saja," ungkap Randy Syafutra, pemilik RnJ Motosport kepada kumparan, Rabu (15/4).

Deretan Moge di RnJ Motosport Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Ia pun bahkan harus menutup tiga cabang showroom-nya lantaran merespons imbauan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah. Menyiasati agar penjualan tetap stabil, kini seluruh proses pembelian dialihkan secara online.

Deretan Moge di RnJ Motosport Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Namun beruntung, pada Maret lalu penjualan motor gede di showroom-nya terbilang normal, setidaknya dalam sehari mampu menjual 5 sampai 6 unit. Sehingga paling tidak masih bisa mengamankan pemasukan. Dirinya pun memprediksi penurunan akan sampai sampai 90 persen di beberapa bulan ke depan.

"80 persen malah ingin jual motornya, tapi sekarang kita sudah selektif untuk belanja dari beberapa waktu lalu," paparnya.

Siasat dongkrak penjualan

Deretan Moge di RnJ Motosport Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Menyiasati penjualannya yang 'nunduk' berbagai cara dilakukan untuk menarik minat calon konsumennya. Seperti RnJ contohnya yang membuat promo tanda jadi Rp 5 juta untuk semua jenis unit motor gede.

"Mereka cukup kasih tanda jadi Rp 5 juta, selama domisilinya Jabodetabek kita akan kirimkan langsung ke rumah dan membayar lunas di rumah," kata dia.

collection embed figure