Efek Samping Terlalu Sering Menyemir Ban

Dalam proses mencuci mobil, hampir sebagian besar orang akan mengakhiri proses cuci mobil tersebut dengan menyemir ban. Menyemir ban biasanya bertujuan untuk menghasilkan tampilan yang lebih mengkilap.
Meski bermanfaat dalam memberikan tampilan yang mengkilap pada ban, nyatanya penggunaan semir ban yang terlalu sering juga dapat memberikan efek yang kurang baik. Seperti dapat merusak dinding ban dan membuat licin saat digunakan dalam kondisi hujan
Technical Support Auto2000, Agus Mustafa, menuturkan pada beberapa cairan semir ban ternyata di dalamnya terkandung bahan-bahan kimia yang justru dapat merusak karet ban jika digunakan secara terus-menerus.
“Jadi memang ada beberapa cairan semir ban yang bisa merusak karet ban kalau dipakai terus menerus. Dan kalau dibiarkan tentu akan berpotensi memperpendek usia ban itu sendiri. Jadi sebaiknya pakai sesekali saja,” ujar Agus Mustafa saat dihubungi oleh kumparan.
Kerusakan karet ban yang umum terjadi yaitu mengakibatkan dinding ban menjadi mudah retak. Dinding ban yang retak akan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan bocor halus bahkan pecah ban.
Selain itu, pengaplikasian semir ban yang tidak sesuai, juga akan berbahaya. Menurut Hadi Taruna, selaku Kepala Mekanik tim balap Pertamax Turbo GRT, pengaplikasian semir ban yang terlalu lebar hingga menyentuh tapak ban dan terlalu tebal, dapat membuat ban menjadi licin saat kondisi hujan.
“Jadi, jika memang ingin pakai semir ban sebaiknya harus sangat teliti dalam pengaplikasiannya. Olesnya jangan terlalu lebar sampai menyentuh tapak ban. Karena bisa licin kalau hujan. Makanya, mobil-mobil balap itu rata-rata juga tidak pernah disemir bannya, karena bahaya bisa tidak nge-grip saat di lintasan,” ujar Hadi.
Oleh karena itu, baik Agus Mustafa atau Hadi Taruna menyarankan, sebaiknya lebih teliti lagi dalam memilih cairan semir ban yang berkualitas. Dan tentunya, hindari penggunaan semir ban yang terlalu berlebihan.
