Etika yang Benar Pakai Lampu Jauh, Biar Nggak Bikin Jengkel Orang Lain

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penggunaan lampu jauh pada mobil. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggunaan lampu jauh pada mobil. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Lampu utama kendaraan wajib dinyalakan saat hari mulai gelap, untuk meningkatkan keamanan juga keselamatan berkendara. Kecuali lampu motor yang wajib dinyalakan setiap saat.

Selain lampu utama yang pendaran cahayanya dekat, ada juga lampu jauh yang sorot sinarnya lebih tinggi sehingga juga disebut sebagai high beam. Makanya sesuai namanya bisa memberikan penerangan lebih maksimal di lingkungan yang benar-benar gelap.

Tapi di samping itu, karena sorotnya yang lebih tinggi cenderung bisa menyilaukan pengendara lain. Makanya penggunaan lampu jauh tak bisa sembarangan. Salah-salah membahayakan dan bikin jengkel pengguna jalan di depan.

kumparan post embed

Senior Instructor sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan penggunaan lampu jauh harus bijak. Sebab tak ada aturan baku yang mengatur operasional lampu jauh.

"Lampu jauh itu idealnya saat penerangan minim, saat pengemudi butuh visibilitas yang lebih jelas karena gelap, misalnya daerah sepi atau pegunungan. Kemudian untuk komunikasi," terangnya kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Test drive Wuling Almaz, mengemudi mobil di malam hari. Foto: dok. Wuling Motors

Sebagai penunjang visibilitas di lokasi yang gelap termasuk hutan, bukan berarti harus dinyalakan terus-menerus. Saat ada kendaraan dari arah berlawanan hendak lewat, harus ingat segera ganti ke lampu utama, begitu etikanya.

"Kalau terus dipanturin akan mengganggu, malah bisa menyebabkan kecelakaan karena pengemudinya terdistraksi dari sinar lampu jauh kendaraan di depannya," imbuh Jusri.

kumparan post embed

Adapun sebagai alat komunikasi, gunakan lampu jauh untuk memberikan tanda. Misalnya memberi hendak mendahului, saat menikung di jalur yang bidang pandangnya (blind spot) terbatas, meminta jalan, atau isyarat agar pengemudi di depan mau mematikan lampu jauh karena silau.

"Gunakan singkat, atau mengedipkan dua kali secara cepat, bukan untuk dihidupkan terus-menerus, atau sebagai penerangan utama selama perjalanan. Namun intinya begitu ada sinar lampu langsung ganti low beam," lanjutnya.

kumparan post embed

Lampu jauh juga efektif sebagai alat komunikasi saat terjadi situasi darurat. Contohnya jadi korban perampokan di jalan. Ujar Jusri bisa hidupkan lampu jauh berkali-kali agar pengguna jalan lain menyadari ada yang tidak beres.

video youtube embed