Otomotif
·
9 Oktober 2020 9:43

Fakta Pembebasan Pajak Penjualan Mobil Baru di Malaysia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Fakta Pembebasan Pajak Penjualan Mobil Baru di Malaysia (302258)
Malaysia memberikan pembebasan pajak penjualan mobil baru sampai 100 persen, untuk dorong industri otomotif. Foto: thestar.com.my
Pemerintah Malaysia berupaya cepat menyelamatkan industri otomotif di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya lewat pembebasan pajak penjualan mobil baru.
ADVERTISEMENT
Insentif pajak yang berlaku mulai 15 Juni sampai 31 Desember 2020 ini diharapkan bisa mendorong konsumsi dan menaikkan penjualan mobil di Malaysia.
"Pembebasan pajak ini bisa membantu mengurangi pengeluaran, dan menurunkan harga jual. Apalagi bila dikombinasi dengan penawaran khusus dan diskon dari diler mobil," ujar Presiden Malaysian Automotive Association (MAA) Datuk Aishah Ahmad dari TheStar.com.my.
Berikut kumparan merangkum beberapa fakta-fakta, terkait kondisi pasar Malaysia dan kebijakan pembebasan pajak penjualan mobil.

Anjloknya penjualan mobil

Kondisi pandemi COVID-19 membuat penjualan mobil di Malaysia merosot tajam, terutama saat pemerintah mengumumkan lockdown yang dimulai pada 18 Maret.
Fakta Pembebasan Pajak Penjualan Mobil Baru di Malaysia (302259)
Malaysia memberikan pembebasan pajak penjualan mobil baru sampai 100 persen, untuk dorong industri otomotif. Foto: thestar.com.my
Penurunan mulai terasa pada Maret 2020 sampai 61 persen (year on year). Parahnya lagi di April, yang hanya mencapai 141 unit anjlok 99,7 persen. Meskipun mulai membaik di Mei dan Juni.
ADVERTISEMENT
Bila diakumulasi, pada paruh pertama 2020 penjualan mobil turun sampai 32,3 persen atau sebanyak 175.224 unit. Target yang dipatok MAA di 2020, direvisi menjadi 400 ribu unit dari 620 ribu unit.

Pembebasan pajak sampai 100 persen

Merespons kondisi tersebut, pemerintah mengeluarkan insentif berupa pembebasan pajak penjualan mobil baru (sales tax) yang dimulai pada 15 Juni sampai 31 Desember 2020.
Ketentuannya sederhana, untuk mobil rakitan lokal (CKD), pembebasannya mencapai 100 persen. Sementara yang diimpor (CBU), hanya 50 persen.
Diketahui, setiap mobil yang akan dijual di Malaysia masing-masing akan dikenakan sales tax sebesar 10 persen, yang dihitung dari dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor (DP PKB) yang disetujui pemerintah.
Fakta Pembebasan Pajak Penjualan Mobil Baru di Malaysia (302260)
Malaysia memberikan pembebasan pajak penjualan mobil baru sampai 100 persen, untuk dorong industri otomotif. Foto: thestar.com.my

Penjualan mobil meningkat

Imbas positifnya, penjualan mulai mengalami peningkatan. Pada awal paruh kedua di bulan Juli misalnya, penjualan positif 13,2 persen, atau menjadi 57.552 unit.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada Agustus mencapai angka 52.800 unit, atau mengalami kenaikan sebesar 3 persen. Bulan ke-8 ini lebih sedikit penjualannya dibanding Juli, lantaran hari kerja yang sedikit.

Minta diperpanjang sampai tahun depan

CEO Proton Edar Roslan Abdullah seperti dilansir Paultan Rabu (7/10), mengatakan pembebasan pajak jadi langkah paling tepat, mendorong penjualan mobil sampai tahun depan.
"Kami di industri otomotif sangat berharap pemerintah bisa mempertimbangkan untuk memperpanjang pembebasan pajak hingga enam bulan lagi, atau setidaknya hingga Maret tahun depan,” ujarnya saat diwawancarai Berita Harian.

Indonesia masih wacana

Sementara Malaysia sudah berjalan, Indonesia masih sebatas wacana. Bahkan usulan pembebasan pajak penjualan mobil baru, belum direspons Kementerian Keuangan.
Kondisi ini malah membuat market semakin tak menentu arah. Pasalnya konsumen banyak yang jadi menunda pembelian, karena menunggu kepastian insentif.
ADVERTISEMENT