kumparan
26 September 2019 14:52

Fitur Pembeda Wuling Almaz Beremblem Chevrolet Captiva

Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet ke Thailand Foto: Ghulam M. Nayazri/kumparan
Kembaran Wuling Almaz buat pasar Thailand, Fiji dan Brunei Darussalam beremblem Chevrolet Captiva, akan dipasok dari pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Khusus untuk pasar Thailand, model tersebut baru saja diperkenalkan pada pada awal September lalu. Nah pertanyaannya kemudian apa berbeda dari model Almaz di Indonesia?
All New Chevrolet Captiva Foto: dok. Headlight
Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur SGMW Motors Indonesia Xu Feiyun menyebutkan, tak ada perbedaan signifikan antara keduanya --Almaz dan Captiva. Mengingat keduanya juga menggunakan platform sama.
"Model ini memang tampak sama persis dan hanya beda sedikit saja, dan hanya dibedakan dengan logo juga," ucapnya.
All New Chevrolet Captiva Foto: dok. Headlight
Berdasarkan pandangan mata, memang sekilas benar-benar seperti kembar identik. Namun bila diperjelas lagi selain pada logo, perbedaannya ada di desain grille yang tampak lebih padat, dengan tiga bilah horizontal.
Sementara pada Almaz hanya memiliki dua saja. Kemudian pada kaca belakangnya sudah dilengkapi dengan fitur defogger, di mana belum tersemat di versi lokal.
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet ke Thailand Foto: Ghulam M. Nayazri/kumparan
Menanyakan lebih lanjut kepada Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko dirinya mengungkapkan beberapa perbedaan lainnya, seperti terdapatnya rear foglamp.
ADVERTISEMENT
"Kemudian untuk pasar Thailand tak memiliki fitur voice command --WIND. Fitur tersebut hanya untuk pasar Indonesia saja," tuturnya.
Wind, fitur perintah suara berbahasa Indonesia pertama, disematkan Wuling di medium SUV-nya Almaz. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Berbicara soal harga Captiva baru di pasar Thailand, untuk varian paling rendahnya punya harga 959 ribu baht atau sekitar Rp 439 jutaan. Sementara varian teratas di angka Rp 549 jutaan.
Banderol tersebut tentu saja jauh lebih mahal dibanding dengan model yang dipasarkan di Indonesia. Iya, mengingat statusnya di Thailand adalah impor CBU, yang sudah dikenakan penambahan biaya pengiriman dan bea masuk, serta pajak lainnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan