Gaikindo: Kompetisi Harga Sengit Pengaruhi Jumlah Transaksi GIIAS 2025
·waktu baca 3 menit

Meski nilai transaksi pameran GIIAS 2025 dikatakan bukan jadi fokus utama, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, Yohannes Nangoi mengatakan ada pertumbuhan dibanding edisi tahun lalu.
“Sungguh luar biasa bahwa di tengah tantangan tahun ini GIIAS berhasil catatkan transaksi total lebih dari 38 ribu unit kendaraan, lampaui hasil tahun lalu sebesar 12 persen," buka Nangoi dalam keterangan resmi yang diterima kumparan.
Kendati demikian, dirinya tak menampik bahwa catatan nilai keseluruhan penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Hal itu dipengaruhi oleh semakin kompetitifnya harga model kendaraan yang diluncurkan.
"Meski demikian, tercatat nilai keseluruhan penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, dimana hal ini dipengaruhi oleh semakin kompetitifnya harga model kendaraan yang diluncurkan, yang menurut kami memiliki hal positif bagi masyarakat," katanya.
"Di tengah berbagai tantangan global dan nasional yang memengaruhi laju industri otomotif, kami bersyukur penyelenggaraan GIIAS 2025 sukses catatkan hasil yang sangat positif. Kembali kami tekankan transaksi bukan tujuan utama GIIAS, namun hasil yang dicatat pada tahun ini benar-benar menjadi dorongan kuat untuk pertumbuhan industri di tahun ini,” tambah Nangoi.
Gaikindo memandang GIIAS 2025 sebagai penanda penting bahwa industri otomotif Indonesia masih terus bertumbuh secara positif berkat peran dan kehadiran dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat umum.
Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 kemarin menyajikan pertunjukan yang agak berbeda. Helatan ini memang masih jadi panggung bagi produsen untuk meluncurkan produk terbarunya.
Namun tidak hanya itu, di sini publik seolah dihadapkan secara langsung persaingan harga yang sangat sengit, saling sikut satu sama lain. Jika istilah perang harga terlalu berlebihan, paling tidak kita bisa amati bagaimana kian sesaknya pasar otomotif Tanah Air saat ini.
Menempati area ICE BSD City, GIIAS 2025 diramaikan 43 merek otomotif yang terdiri dari 39 jenama kendaraan penumpang dan 4 sisanya bergerak di sektor niaga. Hari pertama saja, sedikitnya ada 18 model yang resmi meluncur beserta dengan banderolnya.
Ini yang menarik, harga-harga mobil baru tersebut seolah tak lagi melihat sesama segmen atau jenis yang disasar. Misalnya, harga Battery Electric Vehicle (BEV) BYD ATTO 1 mulai Rp 195 juta yang seolah menyenggol produk lain sesamanya hingga LCGC.
Ada lagi, segmen hibrida kini semakin disuguhkan dengan pilihan model yang kian beragam. Sebut saja Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid, Chery Tiggo Cross CSH, Suzuki Fronx Hybrid atau kalau di atas sedikit ada pertarungan antara Honda HR-V e:HEV dan Jaecoo J7 SHS.
Selama penyelenggaraan, GIIAS 2025 mencatatkan pencapaian yang positif, dihadiri 485.569 orang pengunjung. Menurut Gaikindo menunjukkan bahwa perkembangan industri otomotif Indonesia masih menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi masyarakat luas.
