Gampang, Begini Cara Biar Motor Matik Lebih Irit BBM

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mencoba all new Yamaha NMax 2020. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mencoba all new Yamaha NMax 2020. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Konsumsi BBM motor matik bisa irit, tentu bakal menguntungkan pemiliknya. Ya kantong jadi tak jebol, karena harus bolak balik ke SPBU.

Nah untuk mengejar efisiensi, ternyata Kepala Bengkel Honda Wahana Ciputat Nurjito punya tipsnya, di luar dari kewajiban pemilik untuk rutin servis berkala.

Berikut lengkapnya.

kumparan post embed

Tarik gasnya pelan

Ini yang utama, kemampuan dalam berakselerasi atau menarik tuas gas. Sebab, menurutnya masih banyak pengendara motor matik yang kurang menerapkan eco riding.

Tampilan saklar pada setang sebelah kanan. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

"Bila mau irit ya tarik gasnya pelan aja, diurut biar ketahuan ritme akselerasinya. Jangan dibiasakan tarik gas dalam-dalam, apalagi macet sambil nahan gas terus tarik rem, sama aja jalan di tempat bensin terbuang percuma," katanya kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Pastikan filter udara bersih

Ketika ada waktu kosong cek kondisi filter udara. Caranya mudah, cukup buka baut pada penutup filter udara di atas boks CVT.

Apabila sudah penuh debu dan kotoran, baiknya ganti baru. Karena jika dibiarkan bisa membuat tarikan motor berat, karena perbandingan udara dan bahan bakar tidak seimbang, berujung pemborosan BBM.

Melepas baut tutup filter udara Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

"Karena asupan udaranya terhambat di pori-pori filter udara. Ganti dengan yang baru bisa mengembalikan tarikan gas tetap enteng dan irit," lanjutnya.

Ganti busi bila kotor

Pastikan kondisi busi masih baik, dan cara ini cukup mudah. Setelah mengeluarkan busi, cek bagian kepalanya ada endapan kotoran atau tidak.

Indikasinya berwarna hitam, karena merupakan karbon sisa pembakaran yang tidak sempurna lantaran perbandingan udara dan bensin yang terbakar kurang tepat. Bila terus menerus dibiarkan, akan membuat percikan api pada ujung elektroda pusat terhambat.

Busi motor Honda Vario Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Akibatnya, bunga api yang tercipta tidaklah optimal. Kemudian bensin tidak terbakar sempurna, alhasil lebih banyak volume bensin yang disuplai ke silinder untuk dibakar sehingga jadi lebih boros.

"Interval penggantian busi tiap 8.000 km sekali atau dua kali servis rutin sekali," pungkasnya.

Nah, jika Anda menemukan busi motor kotor, segera diganti dengan yang baru agar tidak menyesal kemudian. Lagipula, harganya pun ramah di kantong.

CVT motor matik jangan sampai kotor

Komponen CVT motor matik. Foto: Bagas Putra Riyadhana

Sistem penggerak juga jangan lupa, tetapi sebaiknya khusus pengecekan CVT langsung ke bengkel terdekat atau bengkel langganan. Pastikan kondisi V-belt trip, kampas ganda, hingga mangkok kopling dalam keadaan bersih.

Jika kotor, bisa dilakukan pembersihan pada area CVT yang biasanya menggunakan penyemprotan angin bertekanan oleh mekanik supaya debu yang membandel bisa hilang. Makanya layanan pembersihan CVT dan servis berkala biasanya terpisah, supaya memudahkan perawatan motor.

Kemudian V-belt trip juga harus dalam keadaan yang bagus. Apabila sudah tak lentur lagi, distribusi tenaga malah tak optimal. Berakhir tarikan motor jadi lebih berat dan boros bensin.

Pastikan ban tidak kempis

Ilustrasi ban motor kempis. Foto: dok. Istimewa

Ini menjadi hal yang terkadang masih disepelekan. Ya, banyak pengendara motor yang menghiraukan tekanan ban motornya. Kadang, ban motor yang kekurangan angin masih diajak jalan, padahal hal tersebut semakin bikin motor lebih boros bensin.

Lebih jelasnya, ban yang kempis atau kurang angin otomatis bidang pijaknya yang menempel ke jalan lebih besar, beda dengan ban yang tekanan anginnya ideal hanya bagian tengahnya yang menempel.

kumparan post embed

Karena sisi tepi ikut menapak, membuat rolling resistance semakin besar sehingga mesin membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk menjalankan motor karena lebih berat. Tenaga besar itu didapat dengan pembukaan gas yang besar, tetapi dibayar dengan konsumsi BBM yang tinggi.

Guna menghindari hal tersebut, Anda bisa lakukan pengecekan tekanan ban setiap sebelum berkendara. Cukup perhatikan kondisi fisiknya atau bisa menggunakan tire pressure gauge untuk mengetahui tekanan angin, harganya juga cukup terjangkau.