Harga MPV Listrik Denza D9 Bakal di Bawah Rp 1 Miliar?

30 November 2024 12:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
BYD Denza D9. Foto: Dok. BYD
zoom-in-whitePerbesar
BYD Denza D9. Foto: Dok. BYD
ADVERTISEMENT
BYD Motor Indonesia akan membawa brand Denza masuk ke Tanah Air ada awal tahun depan. Produk pertamanya adalah MPV mewah pintu geser berbodi boxy, Denza D9. Kehadirannya tentu menambah pilihan di segmennya.
ADVERTISEMENT
Secara dimensi dia memiliki panjang di atas 5 meter dengan lebar hampir mencapai 2 meter. Dengan profil tersebut, sudah pasti head to head dengan Toyota Alphard.
Namun tidak untuk dapur pacunya. Denza D9 yang akan masuk Indonesia bakal mengemas tenaga listrik. Ada juga opsi plug-in hybrid (PHEV), namun masih dalam penjajakan. Bila benar versi listrik yang meluncur, akan menemani produk serupa dari China lainnya misalnya dari Zeekr.
BYD Denza D9. Foto: Dok. BYD
Bila Alphard dijual mulai Rp 1,4 miliar, maka berapa harga Denza D9? Apakah bisa di bawah Rp 1 miliar?
Untuk menjawab ini, Head of Public Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan bilang, dengan kecanggihan dan kelengkapan teknologi, banderolnya bakal menarik.
"Kalau lihat kompetitor harganya Rp 1,5 miliaran, sebenarnya kami belum bisa pastikan berapa, tapi yang jelas lebih murah dari para kompetitornya," terang Luther di Shenzhen, China belum lama ini.
Diler mobil Denza dan Denza D9 di China. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Di negara asalnya varian PHEV yang dikawinkan mesin bensin 1.500 cc turbo, dijual dengan harga Rp 745 jutaan. Saat diisi penuh baterai dan bensinnya, daya jelajahnya bisa di atas 1.000 kilometer
ADVERTISEMENT
Sementara versi listriknya yang punya daya tempuh 600-an kilometer, banderolnya Rp 833 jutaan. Pabrikan menyasar pebisnis maupun keluarga yang butuh kendaraan multi guna dengan interior lapang.
Interior BYD Denza D9. Foto: Dok. BYD
MPV Denza D9 pertama kali mengaspal di China pada 2022 lalu. Perusahaan mengeklaim bahwa penerimaan pasarnya begitu positif, dengan populasi yang telah beredar mencapai lebih dari 200 ribu unit.
Ekspansi bisnis lewat brand selain BYD, pabrikan ingin mengincar segmentasi yang lebih luas lagi, khususnya konsumen yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kecanggihan kendaraan BYD.
"Kami ingin memberikan identitas kembali terhadap suatu kata premium, di mana dalam kemewahan tersebut, juga terkandung di dalamnya teknologi super safety dan suatu fitur intelijen yang baik yang dimiliki oleh BYD," terang Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.
ADVERTISEMENT