kumparan
18 Februari 2020 6:07

Honda Jazz Jadi Hatchback Terlaris di Awal 2020

Honda Jazz Facelift
Honda Jazz Facelift Foto: Gesit Prayogi/kumparan
Honda Jazz masih menguasai pasar segmen hatchback di Indonesia. Di awal 2020, mobil 5 penumpang ini mencatatkan angka distribusi ke diler 1.369 unit dan penjualan ke konsumen 1.158 unit.
ADVERTISEMENT
"Khusus Honda Jazz sepanjang Januari hingga awal Februari mencatatkan market share sekitar 47 persen di pasar hatchback," kata Business Innovation and Sales & Marketing Director PT. HPM, Yusak Billy, saat dihubungi kumparan, Senin (17/2).
Mengacu pada data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Honda Jazz sepanjang 2019 sebesar 12.168 unit dan berhasil menyerap pasar hatchback hingga 44 persen.
Honda Jazz
Honda Jazz Foto: dok. PT HPM
Jumlah tersebut terkoreksi dari tahun sebelumnya dengan angka sekitar 14.270 atau merajai market share sebesar 46 persen. Jika dibandingkan angka wholesales tahun 2019 menurun sekitar 14,7 persen dari tahun 2018.
Rivalnya, Toyota Yaris, pada tahun 2019 bertengger di posisi kedua dengan angka distribusi ke diler 8.031 unit. Sementara di posisi ketiga disinggahi Suzuki Baleno yang mencatatkan angka wholesales 5.216 unit pada tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Jika melihat tiga tahun belakangan, pasar Honda Jazz memang terus menurun. Tahun 2018 saja tercatat angka distribusi mobil pabrikan bekas itu masih sekitar 16.100‬ unit.
Honda Jazz 2020
Honda Jazz 2020 Foto: Ghulam M Nayazri/kumparan
Penurunan ini tak terlepas dari pamor segmen hatchback yang bergeser ke segmen LSUV dan LMPV. Honda Indonesia pun belum menunjukkan tanda-tanda memasarkan versi penyegaran dari Honda Jazz, termasuk model baru yang dipasarkan di Jepang.
"Fit 2020 yang diluncurkan di TMS tahun lalu itu adalah untuk pasar Jepang. Untuk di Indonesia masih dipelajari dan belum diputuskan apakah akan dibawa ke sini," ujar Jusak.
"Intinya kami melakukan studi untuk memastikan agar setiap model yang akan kami luncurkan itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen Indonesia," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan