Honda Pede Brio Tetap Jadi Pilihan Pembeli Pertama, Tak Terganggu EV Murah
27 Juli 2025 9:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
Honda Pede Brio Tetap Jadi Pilihan Pembeli Pertama, Tak Terganggu EV Murah
Honda optimis, Brio tetap punya pasar yang kuat, terutama di kalangan pembeli mobil pertama atau first time buyer. #kumparanOTOkumparanOTO

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Namun, Honda punya pandangan berbeda. Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, menegaskan bahwa Brio tetap punya pasar yang kuat, terutama di kalangan pembeli mobil pertama atau first time buyer.
“Ya, itu menarik ya. Tapi itu menarik bagi orang yang memang mencari mobil listrik murah. Tapi belum tentu untuk segmen orang yang first time buyer,” ujar Billy saat ditemui di sela-sela pameran GIIAS 2025 belum lama ini.
Menurutnya, konsumen LCGC seperti Brio Satya punya pertimbangan berbeda. Mereka lebih mencari ketenangan dalam memiliki mobil, dari mulai membeli, merawat, hingga saat menjual kembali.
“First time buyer itu biasanya ingin mencari peace of mind ya. Jadi ketenangan,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Billy menyebutkan, mobil seperti Brio masih unggul karena memberikan kemudahan dari sisi kepemilikan jangka panjang.
“Konsumen biasanya beli, dia pakai, dia rawat, sampai dijual kembali itu mudah semuanya. Jadi kami rasa memang itu menarik. Tapi memang menarik untuk orang yang memang mencari mobil listrik yang murah,” katanya.
Saat ditanya soal optimisme terhadap pasar Brio ke depan, Billy menjawab dengan yakin. Menurutnya, aturan-aturan seperti ganjil-genap di Jakarta mungkin bisa memengaruhi minat sebagian konsumen, namun hal itu tidak berlaku secara nasional.
“Itu mungkin terpengaruh untuk yang di Jakarta karena ada genap ganjil. Tapi di daerah tetap optimistis, enggak bakal mengganggu pasar LCGC,” ucapnya.
“Ya itu kalau di Jakarta mungkin karena ada aturan lain seperti ganjil-genap. Tapi kalau di luar daerah, sekali lagi, first time buyer itu seperti konsumen Brio itu lebih ingin banyak pertimbangannya,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Billy juga menjelaskan bahwa penjualan Brio justru kuat di luar Jawa. “Di luar Pulau Jawa, banyak ya. Di Sumatera, di Palembang, di Medan, di Kalimantan Tengah, di Sulawesi masih aman,” tukasnya.
