Indonesia Jadi Pasar Sekaligus Tempat Riset Produk
·waktu baca 3 menit

CEO Piaggio Asia Pacific, Gianluca Fiume menyebut pengalaman berkendara konsumen di Asia, termasuk Indonesia, memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi Vespa modern.
Menurutnya, kawasan Asia kini bukan hanya pasar penjualan, tetapi juga menjadi tempat Piaggio mempelajari karakter pengguna roda dua untuk diterapkan secara global.
Dirinya mengatakan, sejak Piaggio mulai memperkuat kehadiran langsungnya di Asia pada 2008, perusahaan banyak mempelajari pola penggunaan kendaraan di kawasan dengan populasi roda dua yang sangat besar seperti Indonesia dan Vietnam.
“Dalam 20 tahun kehadiran langsung kami di berbagai pasar Asia, termasuk Indonesia, Piaggio mempelajari cara dan pola berkendara yang memungkinkan kami meningkatkan pengetahuan teknologi kami. Pengembangan itu tidak hanya diterapkan untuk produk Asia, tetapi juga secara global,” ujar Gianluca saat sesi wawancara bersama media di Vietnam termasuk kumparan pada Sabtu (16/5).
Menurutnya, pengalaman tersebut membantu Piaggio memahami berbagai kondisi yang tidak selalu ditemui di Eropa, mulai dari iklim tropis, kepadatan lalu lintas, hingga kebiasaan penggunaan motor harian dengan intensitas tinggi.
Singkatnya, bagi kami Asia merupakan pusat pengalaman bagi Piaggio Group untuk tetap relevan secara global.
Dari pengalaman itu, Piaggio kemudian melakukan pengembangan teknologi mesin yang tidak hanya digunakan untuk pasar Asia, tetapi juga diterapkan secara global pada produk-produk Vespa modern.
Salah satu contohnya adalah upgrade mesin dari 3V ke i-Get yang kini digunakan pada berbagai model Vespa dan Piaggio terbaru. Tambahnya teknologi tersebut lahir dari pengalaman tim engineering Piaggio mempelajari kebutuhan pengguna di Asia.
“Sebagai contoh, mesin i-Get yang kini digunakan pada kendaraan kami lahir dari pengalaman di Asia. Para insinyur kami mempelajari kondisi iklim, pola berkendara, serta kebutuhan untuk meningkatkan mesin ke level yang lebih canggih. Solusi yang lahir dari pengalaman Asia itu kemudian kami terapkan secara global,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan mesin i-Get menjadi salah satu bukti bahwa pasar Asia memiliki kontribusi besar terhadap evolusi teknologi Piaggio secara global. Mesin tersebut dirancang untuk menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik, emisi lebih rendah, serta karakter berkendara yang lebih halus untuk penggunaan harian.
Selain dari sisi teknologi, Gianluca juga mengaku banyak mempelajari perkembangan tren gaya hidup dan budaya anak muda dari pasar Asia serta Indonesia. Hal tersebut dinilai penting agar Vespa tetap relevan di tengah perubahan tren otomotif global yang semakin cepat.
"Hal tersebut sangat penting bagi kami. Selain itu, jika melihat rata-rata usia populasi, Asia merupakan kawasan yang sangat muda dan dinamis, dengan banyak generasi muda yang haus akan pengalaman baru dan masa depan. Kondisi itu melahirkan berbagai tren yang sangat penting untuk dipahami perusahaan seperti Piaggio agar bisa tetap relevan," lanjutnya.
