Industri Knalpot Purbalingga Cetak Rp 138,7 Miliar Setahun

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Knalpot Mobil Foto: dok Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Knalpot Mobil Foto: dok Muhammad Ikbal/kumparan

Industri knalpot Purbalingga mencatatkan nilai transaksi Rp 138,7 miliar pada tahun 2020, atau naik 10 kali lipat dibanding capaian tahun 2010 sebesar Rp 5,2 miliar. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.

“Begitu pula nilai investasinya melesat tiga kali lipat dari Rp 1,6 miliar menjadi Rp 5,2 miliar," katanya.

kumparan post embed

Lebih lanjut, IKM knalpot berhasil menjadi ikon daerah, sehingga Kabupaten Purbalingga dijuluki sebagai Kota Knalpot. Sebagai landmark, Purbalingga memiliki patung seorang laki-laki yang tengah membuat knalpot.

IKM knalpot mengalami perkembangan yang prospektif sejak 1980-an. Mulai 2010 hingga sekarang dan mengalami pertumbuhan hingga menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Ilustrasi knalpot buatan Purbalingga. dok. purbalinggakab.go.id

Industri knalpot Purbalingga dimulai di Dusun Pesayangan Purbalingga. Pada 1950-an, dusun ini mulanya dikenal sebagai pusat kerajinan logam seperti perkakas dapur dan gamelan.

"Kemudian pada 1977, salah satu pengrajin logam di Purbalingga mulai membuat knalpot dan permintaannya terus meningkat," sambung Reni.

collection embed figure

Lebih lanjut pada 1980, pemasaran knalpot made in Purbalingga menjangkau banyak kota di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Satu dekade berikutnya, industri ini terus berkembang. Pengrajinnya meluas hingga daerah Kembaran Kulon, Galuh, Patemon, Mrebet, Gembong, Wirasana, dan Babakan.

"Hingga akhirnya pada 2020, jumlah IKM di sentra knalpot Purbalingga semakin bertumbuh mencapai 204 unit usaha, dengan jumlah tenaga kerja 1.326 orang," lanjutnya.

Suasana di salah satu toko knalpot dan aksesori modifikasi sepeda motor di kawasan Kampung Melayu, Jakarta. Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Sepanjang 2020 lalu meski dihantui kondisi pandemi, volume produksinya mengalami peningkatan sebesar 6 persen dari 803.750 unit pada 2019 menjadi 852.650 unit pada setahun berikutnya. "Ini pertumbuhan yang luar biasa besar sebagai ikon industri Purbalingga," ungkapnya.

Konsumen knalpot Purbalingga bukan cuma datang dari penggunaan untuk individu maupun kompetisi balap. Pindad dan merek kenamaan Mercedes-Benz diketahui pernah memesan knalpot dari daerah di Jawa Tengah itu.

video youtube embed