Insentif Pajak DKI Jakarta Lanjut, Jaecoo Optimistis Pasar EV Terus Tumbuh
·waktu baca 3 menit

Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertahankan insentif kendaraan listrik mendapat respons positif dari pelaku industri. Kebijakan ini dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi, khususnya di wilayah perkotaan.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, menegaskan pihaknya akan mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan pemerintah. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang konsisten mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
“Untuk kebijakan dan aturan dari pemerintah, tentunya kami Jaecoo akan taat dan patuh terhadap regulasi dari pemerintah. Dan Jaecoo sangat menghargai kebijakan tersebut,” ujar Ilham saat dihubungi Kumparan, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, insentif yang diberikan, seperti pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta bebas ganjil genap, menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat konsumen terhadap kendaraan listrik.
Di sisi lain, Ilham menyebut permintaan terhadap model andalan mereka terus menunjukkan tren peningkatan. Hal ini didorong oleh kombinasi produk yang menawarkan efisiensi dan teknologi.
“Permintaan Jaecoo J5 EV terus meningkat dan tinggi minatnya. Selain SUV, juga teknologi yang ditawarkan, Jaecoo J5 bukan hanya memberikan efisiensi tinggi pada running cost keseharian, juga dilengkapi fitur lengkap yang mendukung kenyamanan dan keselamatan. Dan, akhirnya J5 EV menjadi EV nomor 1 berdasarkan data Gaikindo,” katanya.
Secara nasional, kontribusi penjualan terbesar masih berasal dari wilayah Jabodetabek. Kawasan ini menjadi barometer utama adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Untuk nasional Jaecoo, Jaecoo J5 EV di Jabodetabek memiliki kontribusi sekitar 70 persen,” ucapnya.
Mengacu pada total penjualan wholesale Jaecoo sepanjang Januari hingga Maret 2026 yang mencapai 7.827 unit, maka kontribusi dari Jabodetabek diperkirakan berada di kisaran 5.500 unit. Angka tersebut menunjukkan dominasi wilayah metropolitan dalam mendorong penjualan kendaraan listrik
Meski begitu, distribusi penjualan juga mulai meluas ke berbagai daerah lain. Permintaan disebut telah menyebar ke wilayah Jawa, Sumatera, Bali, hingga Kalimantan.
“Sementara sisanya yang 30 persen tersebar di daerah lain di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan dan daerah lain,” ujar Ilham.
Dengan dukungan insentif yang tetap berlanjut di Jakarta, Jaecoo melihat peluang pertumbuhan pasar kendaraan listrik masih terbuka lebar. Kombinasi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan produk diyakini akan semakin mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Maret 2026
Jaecoo J5 EV: 2.959 unit
BYD Sealion 7: 1.007 unit
BYD M6: 974 unit
Geely EX2: 949 unit
BYD Atto 1: 672 unit
Denza D9: 456 unit
Wuling Darion EV: 301 unit
Hyundai Kona Electric: 218 unit
AION UT: 242 unit
AION V: 238 unit.
Daftar 10 mobil listrik terlaris Februari 2026 (wholesales)
BYD Atto 1: 3.700 unit
Jaecoo J5: 2.926 unit
Wuling Darion EV: 1.019 unit
Geely EX2: 776 unit
BYD M6: 523 unit
AION UT: 407 unit
BYD Sealion 7: 343 unit
AION V: 335 unit
Geely EX5: 335 unit
Denza D9: 270 unit.
