Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Jaecoo Kebut Produksi Lokal SUV J7, Pakai Fasilitas Handal Motor Indonesia
26 Februari 2025 9:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Evan Angganantika membeberkan, setelah meluncurkan produk pertamanya yaitu Jaecoo J7 dan J7 SHS (Super Hybrid System), pihaknya akan mempercepat proses produksi model tersebut.
"Proses produksi kita lakukan bulan depan, jadi untuk bulan lebaran nanti belum bisa dipakai mobilnya," buka Evan saat sela media test drive Jaecoo J7 SHS Jakarta-Bali di Surabaya, Jawa Timur.
Lanjut Evan, Jaecoo berupaya mengirimkan ratusan unit yang telah dipesan pada awal Mei 2025 agar tidak konsumen tidak perlu menunggu lama. Adapun, fasilitas perakitan yang digunakan merupakan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM).
"(Harga) turun tapi belum tahu, kita mau berusaha fokus kejar TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). Sejauh ini penjualan kita sudah 300 di IIMS 2025 kemarin, mayoritas J7 SHS," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Menyoal banderol, Jaecoo J7 SHS atau Super Hybrid System dijual Rp 599 juta. Dapur pacunya mengusung mesin 4-silinder segaris turbo dengan kubikasi 1.500 cc dengan tambahan baterai sebesar 18,3 kWH.
"Proses produksi kita lakukan bulan depan, jadi untuk momen lebaran nanti belum bisa dipakai mobilnya. Tapi kita akan usahakan Mei 2025 sehingga konsumen tidak harus menunggu lama," terang Evan.
Sementara J7 tipe lainnya yang hanya menggunakan mesin 1.600 cc hadir dengan dua pilihan penggerak yakni AWD (All Wheel Drive) yang dijual Rp 549 juta dan tipe RWD (Rear Wheel Drive) dilepas dengan harga Rp 499 juta.
Sementara itu Jaecoo menambah daftar jenama yang memanfaatkan fasilitas HIM setelah Chery dan Neta di Pondok Ungu, Bekasi. Wakil Komisaris Utama perusahaan, Jongkie Sugiarto sebelumnya pernah menuturkan bahwa masih ada sejumlah merek lainnya.
ADVERTISEMENT
"Yang di Cikampek itu pun kami sudah menandatangani lebih dari 4-5 merek. Jadi kami terima semua karena memang ini sifatnya adalah pabrik perakitan umum atau general assembler sebutannya lah," kata Jongkie ditemui di Jakarta belum lama ini.
Ia enggan merinci merek-merek yang dimaksud. Pabrik baru yang akan berlokasi di Cikampek, Purwakarta tersebut dimaksudkan untuk menambah kapasitas produksi dari fasilitas serupa yang ada di Pondok Ungu, Bekasi.
"Tidak hanya China saja, ada yang bukan China juga sudah melirik-lirik. Ada brand yang sudah lama juga, teka-teki dah tuh. Saya belum bisa bicara karena ada perjanjian yang masih rahasia, nanti juga tahu kok," papar Jongkie.