Otomotif
·
10 Mei 2018 12:14

Kebiasaan yang Bikin Kopling Mobil Manual Cepat Aus

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kebiasaan yang Bikin Kopling Mobil Manual Cepat Aus (61559)
Pedan transmisi mobil manual (Foto: Pixabay)
Mengemudikan mobil dengan transmisi manual dibutuhkan keahlian ekstra dan siap lelah tentunya. Ini dikarenakan intensitas pergerakkan anggota tubuh khususnya tangan dan kaki kiri lebih banyak ketimbang mengendarai mobil matik. Pengemudinya pun kadang terlena mengistirahatkan anggota tubuh tersebut pada kondisi yang tidak dianjurkan.
ADVERTISEMENT
Seperti kebiasaan meletakkan tangan kiri pada tuas transmisi, ada kesalahan lain yang sering dilakukan saat mengemudikan mobil bertransmisi manual, yakni pengemudinya kerap kali meletakkan kaki kiri di atas pedal kopling, baik setelah mengganti gigi atau menyiapkan kaki untuk terus stand by.
Menurut pereli nasional dan pendiri Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, kebiasaan tidak memindahkan kaki setelah menginjak kopling untuk mengganti gigi merupakan kesalahan. Karena tanpa disadari akan membuat kampas kopling dan release bearing cepat aus.
"Itu salah total, karena kalau tanpa sengaja terinjak bila giginya makin tinggi, pedal kopling keinjek sedikit aja sebetulnya bisa mengganggu tingkat keausan kopling," ujar Rifat kepada kumparanOTO.
Kebiasaan yang Bikin Kopling Mobil Manual Cepat Aus (61560)
Ilustrasi berkendara di Ibiza. (Foto: Thinkstock)
Adapun, masalah lain yang ditimbulkan akibat kebiasaan menginjak pedal kopling walaupun sedikit akan membuat hilangnya tenaga mobil. Tanpa disadari saat kopling mulai aus, penyaluran tenaga mobil tidak sempurna walau sudah menginjak gas dalam-dalam dan juga mengakibatkan perpindahan gigi selip.
ADVERTISEMENT
"Kedua tiba-tiba giginya kayak loss (gejala perpindahan gigi selip), karena secara enggak sadar kopling keinjek semakin dalam," tambahnya.
Terakhir, pebalap yang pernah meraih delapan kali juara reli nasional itu menjelaskan, untuk bermanuver atau bereaksi sambil kaki kiri menginjak kopling akan membuat mobil hilang kendali, apalagi tidak dibantu engine brake, sehingga mobil berada dalam kondisi menggelosor.
"Ketiga akan berbahaya sekali kalau bereaksi sambil injak kopling, jadi setiap habis ganti gigi kaki kiri harus balik lagi ke foot rest atau lantai mobil," tutur Rifat.