kumparan
search-gray
Otomotif8 Maret 2019 15:02

Kembang Kempis Penjualan Mobil Tahun Bulat Daihatsu Hi-Max

Konten Redaksi kumparan
Daihatsu Hi-Max
Daihatsu Hi-Max Foto: Gesit Prayogi
Mobil niaga mungil Daihatsu Hi-Max usianya sudah menginjak dua tahun lebih, sejak diperkenalkan pada November 2016 lalu. Namun sayangnya, sampai saat ini respons pasarnya tak begitu greget, bahkan tak mencapai target.
ADVERTISEMENT
Di awal kemunculannya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menargetkan jualan mobil dengan tagline 'jagoan jalan sempit' ini di angka 200 unit per bulannya. Hi-Max juga harapannya bisa terserap pedagang tahu bulat yang sedang populer kala itu, serta beberapa bisnis lain.
Sementara pada 2018 saja, satu tahun penuh penjualannya hanya 145 unit. Bila dibagi rata-rata per bulannya hanya 12-an unit. Bila dibandingkan dengan 2017 lalu yang mencapai 440 unit, perolehan tahun lalu berarti turun sampai 67 persenan.
Kondisi ini diakui oleh Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra sendiri. Dirinya menyebut, konsumen lebih memilih pikap yang lebih besar seperti Gran Max, dibanding Hi-Max. Lagupula dari sisi harga beda tipis, khususnya bila dilunasi dengan skema cicilan.
Daihatsu Hi-Max
Daihatsu Hi-Max Foto: Gesit Prayogi
“Aduh itu pasar kecil banget yah, kecil di bawah 10-20 sebulan. Kenapa bisa timpang dengan Grand Max? Karena Grand Max dan Hi-Max cicilan per-bulan beda Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, orang mending ambil Grand Max,” ucap Amelia beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT

Produksi Kembang Kempis

Memahami permintaannya yang kecil, produksi Hi-Max pabrik ADM, juga tak dilakukan setiap hari bahkan tak juga tiap bulan. Istilah populernya ‘senin-kamis’, atau artinya dilakukan dengan intensitas yang sangat jarang.
Langkah yang dilakukan ini demi menghindari penumpukan stok di diler, sehingga hanya menyesuaikan permintaan saja. Dan kala line produksi Hi-Max tak digunakan, bisa dimanfaatkan buat memproduksi model Daihatsu lain seperti Terios dan lainnya.
“Tahun ini belum kami buat Lagi. Kami kan bikin kadang-kadang, misalnya satu kali produksi untuk enam bulan, kemudian dipakai buat line (produksi) yang lain. Nanti kalo stoknya sudah habis (Hi-Max) baru bikin lagi, kan gitu,” ucap Amelia.
Meski begitu, ketika ditanyakan apakan bakal berniat menyuntik mati saja, Amelia tak memberikan jawabannya. Dirinya hanya menyebut kalau Hi-Max sampai saat ini masih dijual.
ADVERTISEMENT
Harga Daihatsu Hi-Max PU
1.0 STD, Rp 102.050.000 1.0 STD AC PS, Rp 110.050.000
Harga Daihatsu Gran Max PU
1.3 STD FH Rp 128.900.000 BOX 1.3 RD FH, Rp 148.300.000 BOX 1.3 3-WAY, Rp 128.900.000 1.5 STD, Rp 133.600.000 1.5 BOX, Rp 153.000.000 1.5 3-WAY, Rp 133.600.000 1.5 STD AC PS, Rp 140.600.000 1.5 BOX AC PS, Rp 160.000.000
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white