Kencan Singkat dengan Mobil Listrik BYD Dolphin, Banyak Kejutan

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media first drive mobil listrik BYD Dolphin di Jakarta. Foto: dok. BYD
zoom-in-whitePerbesar
Media first drive mobil listrik BYD Dolphin di Jakarta. Foto: dok. BYD

BYD Dolphin jadi salah satu lini mobil listrik PT BYD Motor Indonesia (BMI) yang diperkenalkan di Tanah Air. Beberapa hari selang debut awalnya, kumparan diberi kesempatan menjajalnya seharian.

Rutenya tidak terlalu jauh, berawal dari diler BYD di kawasan Tebet, Jakarta kemudian menuju ke daerah Bogor untuk santap siang. Setelahnya, rombongan media mengarah ke PIK dan kembali ke diler BYD.

Total perjalanan yang ditempuh lebih kurang mengarungi jarak lebih kurang 130 kilometer dan posisi baterai dari 100 persen. Sesi first drive kali ini, agenda BYD menekankan penggunaan Dolphin untuk aktivitas perkotaan dan luar kota yang tidak begitu jauh.

Padahal secara spesifikasi teknis, Dolphin varian tertinggi Premium Standard Range yang kami coba ini punya kemampuan mumpuni. Motor listrik penggeraknya sanggup menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi maksimum sebesar 310 Nm.

Media first drive mobil listrik BYD Dolphin di Jakarta. Foto: dok. BYD

Model ini juga sudah menggunakan rancang bangun khusus untuk mobil listrik dari BYD yang dinamakan e-Platform 3.0. Makanya, Dolphin juga sudah disematkan BYD Blade Battery dengan kapasitas 60,48 kWh untuk tipe tertingginya.

Konfigurasi itu menjanjikan daya tempuh sejauh 490 kilometer berdasarkan pengukuran NEDC, dengan rute yang disajikan kami tidak khawatir soal kemampuan daya jelajah dari Dolphin ini. Satu mobil dihuni oleh tiga penumpang dewasa dan beberapa barang bawaan.

Mulai dari diler BYD di Tebet, Jakarta menuju Bogor, kami duduk sebagai penumpang belakang. Impresi awal kami adalah kelegaan kabin yang ditawarkan, kendati Dolphin ini sebenarnya berwujud hatchback.

Formulanya ada pada dimensi panjang 4.290 mm, lebar 1.770mm, dan tinggi 1.570 mm. Jarak sumbu roda juga terbilang jauh, membentang nyaris tiga meter alias 2.700 mm. Ini menjadikannya dekat dengan ukuran sebuah MPV atau medium sedan.

Media first drive mobil listrik BYD Dolphin di Jakarta. Foto: dok. BYD

Ruang belakang memiliki kelengkapan yang sangat oke, terutama area deck kaki yang rata berkat platform baru yang diusungnya. Jok belakang terbilang besar dan lebar, kontur dan bahan yang melapisi cukup empuk dan nyaman diduduki dalam waktu lama.

Enaknya pada varian tertinggi ini, penumpang belakang juga dapat ikut menikmati panoramic glass roof yang besar. Kabin dihiasi dengan lampu LED sentuh, lalu terdapat kompartemen untuk meletakkan botol minum di bagian pintu, konsol tengah, bagian belakang jok depan, hingga armrest.

Salah satu hal pertama yang kami sadari dari kabin Dolphin adalah tingkat kekedapan kabin. Di dalam mobil ini cukup hening dengan posisi audio padam, hanya sedikit suara ban dan angin yang masuk ke kabin.

Untuk aspek keselamatan, penumpang belakang sudah dilengkapi dengan sabuk tiga titik untuk masing-masing tiga penumpang. Jok ISOFIX untuk bangku anak atau balita, headrest adjustable, dan curtain airbags.

Media first drive mobil listrik BYD Dolphin di Jakarta. Foto: dok. BYD

Tibalah kami di Bogor untuk santap siang sejenak, selepas itu tiba giliran kami yang duduk di balik kemudi. Fleksibilitas posisi duduk pengemudi Dolphin layak diapresiasi, sebab pengaturannya sangat lengkap.

Bagian lingkar kemudi dapat diatur tilt and telescopic, sedangkan posisi joknya selain reclining dan maju mundur, bisa juga diatur tingkat ketinggiannya lewat tombol elektris di samping kanan jok. Oh iya, fitur electric adjustable ini juga tersedia untuk kursi penumpang depan.

Kami rasa Dolphin akan sangat cocok untuk dikendarai oleh siapa saja. Terlebih visibilitas yang ditawarkan ternyata sangat oke, bagian depan dilengkapi dengan kaca lebar. Begitu juga kaca samping dari pilar A yang cukup besar, meminimalisir gejala blind spot.

Rasa berkendara BYD Dolphin

Media first drive mobil listrik BYD Dolphin di Jakarta. Foto: Sena Pratama/kumparan

Setelah menemukan posisi duduk yang pas, saatnya meluncur dengan BYD Dolphin. Set tuas transmisi ke D dengan menekannya ke bawah, oh iya tombolnya juga menyatu dengan fungsi lainnya ke R untuk mundur, N untuk neutral, dan P untuk parking.

Karakter tenaga yang disajikan oleh Dolphin membuat kami terkesima. Pasalnya, ia bisa mendistribusikan tenaga yang besar tanpa membuat mobil terlalu menghentak layaknya mobil listrik pada umum lainnya.

Ini membuat kami ketagihan untuk menggebernya hingga kecepatan tinggi. Sesekali di jalan tol dengan situasi lengang, kami mencoba kecepatan paling tinggi sebisa yang dicapai maksimal 160 km/jam.

Media first drive mobil listrik BYD Dolphin di Jakarta. Foto: dok. BYD

Bobot kemudi juga menurut kami pas, terdapat pilihan modus Comfort dan Sport untuk menyesuaikan gaya berkendara. Meski, kalau harus jujur keduanya tidak begitu memberi perbedaan signifikan. Intinya kami suka dengan karakter setirnya.

Poin lainnya yang kami suka adalah sajian bantingan suspensi Dolphin. Karakternya moderat, tidak terlalu empuk tapi juga tidak keras. Karenanya membuat mobil listrik ini jadi enak melahap permukaan jalan tak rata maupun saat bermanuver.

Kesimpulan

Setelah mencobanya, BYD Dolphin jelas sangat menjanjikan untuk mobil listrik baru di Indonesia. Sayangnya, pada pengujian kali ini kami rasa kemampuan Dolphin masih bisa dieksplor lebih jauh. Tetapi, secara keseluruhan nilai positif untuk mobil ini sangat layak diganjar.

***