Klub Harley-Davidson Buka Suara Usai Anggotanya Terlibat Insiden di Toraja

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Director Hogers Indonesia, Yudi Djadja bertemu dengan keluarga Almarhum ananda J di Nanggala, Toraja Utara. Foto: Hogers Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Director Hogers Indonesia, Yudi Djadja bertemu dengan keluarga Almarhum ananda J di Nanggala, Toraja Utara. Foto: Hogers Indonesia

Hogers Indonesia, klub pemotor Harley-Davidson yang anggotanya terlibat kecelakaan lalu lintas di Toraja Utara dan menyebabkan seorang anak berinisial J meninggal dunia, menerbitkan klarifikasi serta pernyataan resmi terkait insiden yang terjadi pada Kamis, 30 April lalu.

Lewat rilis yang diterima kumparan, Hogers Indonesia menyampaikan rasa duka cita dan permohonan maaf kepada pihak keluarga dan lingkungan adat Toraja. Klub juga berkomitmen patuh pada proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga dan kedua orang tua almarhum ananda J. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada kata-kata, materi, maupun tindakan apa pun yang mampu mengobati luka dan kehilangan yang amat berat ini," tulis Hogers.

Disebutkan, Hogers Indonesia bersedia melakukan tanggung jawab moral. Selanjutnya, klub tersebut berjanji akan kooperatif selama masa penyelidikan oleh pihak kepolisian maupun pertimbangan hukum adat Toraja.

Perwakilan Hogers Indonesia mengikuti proses pemeriksaan di Polres Toraja Utara dan bertemu masyarakat setempat. Foto: Hogers Indonesia

"Kami sangat menyadari bahwa peristiwa ini membawa duka mendalam bagi bagi masyarakat Toraja yang memiliki nilai-nilai budaya dan kekerabatan yang luhur. Kami berkomitmen penuh untuk menjalin komunikasi kekeluargaan dengan tulus, serta menghormati, dan tunduk pada setiap tahapan penyelesaian berdasarkan kearifan adat istiadat setempat yang berlaku bagi keluarga besar korban," urai Direktur Hogers Indonesia, Yudi Djaja.

Selain itu, Hogers disebutkan akan melakukan evaluasi internal organisasi. Memastikan anggotanya memenuhi seluruh kewajiban moral dengan aparat berwenang, klub pun meminta publik memberi ruang waktu agar penyelidikan dapat tuntas secara menyeluruh.

Sayangnya dalam rilis tersebut tidak atau belum dijelaskan secara rinci mengenai kronologi sebenarnya dari kecelakaan tersebut. Penuturan Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Iptu Muhammad Nasrun Sujana saat di lokasi, mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong. Dinyatakan meninggal dunia," kata Nasrun Sujana, Sabtu (2/5).

Motor Harley Davidson (HD) terlibat kecelakaan di Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, pada Kamis (30/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Dijelaskan rombongan moge Harley-Davidson tersebut bergerak dari arah Kota Palopo menuju Rantepao, Toraja. Saat di lokasi, salah satu pemoge berinisial RDN yang berperan sebagai sweeper tiba-tiba hilang kendali dan terjatuh dari motornya.

Sementara itu, motor yang dikendarainya tetap melaju lalu menabrak Julfian yang berdiri di bahu jalan. Akibatnya, siswa kelas 5 SD itu terlempar ke area persawahan.

"Tepat di jalan lurus itu, pengendara moge tiba-tiba hilang keseimbangan dan jatuh dari motornya. Motornya tetap berjalan ke depan sejauh sekitar 40 meter dan menabrak seorang anak pejalan kaki," bebernya.

Saat ditanya apakah pengendara moge melakukan aksi freestyle, Nasrun mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia menjelaskan rombongan moge berasal dari luar daerah dan ke Toraja dalam rangka berwisata.

"Kalau rombongannya barangkali kurang lebih 15 motor. Mereka bukan orang Sulsel, tapi dari luar daerah," cerita Nasrun.

kumparan post embed