Konflik Perbatasan India-China Ganggu Industri Otomotif

29 Juni 2020 14:51 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Aktivis dari Swadeshi Jagran Manch meneriakkan slogan-slogan selama protes terhadap China di New Delhi, India (17/6). Foto: Anushree Fadnavis/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Aktivis dari Swadeshi Jagran Manch meneriakkan slogan-slogan selama protes terhadap China di New Delhi, India (17/6). Foto: Anushree Fadnavis/REUTERS
ADVERTISEMENT
Ketegangan antara China dan India di perbatasan Himalaya, merembet pada kerjasama perdagangan. Negeri Bollywood berpikir menetapkan aturan ketat dan tarif tinggi pada perusahaan serta barang Tiongkok.
ADVERTISEMENT
Selain bakal menyasar perusahaan perlengkapan telekomunikasi seperti Huawei, ZTE dan beberapa pemasok lain, sektor otomotif juga kemungkinan jadi target.
Melansir Nikkei, Senin (29/6), negara bagian Maharashtra misalnya, melakukan penundaan perjanjian dengan produsen mobil Great Wall Motor, terkait izin operasi pabrik yang pernah digunakan General Motors.
Great Wall Motors setidaknya sudah menggelontorkan investasi 498 juta dolar Amerika untuk pabrik tersebut pada Januari lalu, dan berencana mulai jual mobil tahun depan.
SUV Great Wall Haval H9. Foto: Great Wall Motors
Pemerintah Maharashtra juga berniat untuk membekukan operasi perusahaan Tiongkok, di sektor bus listrik dan permesinan.
Bloomberg melaporkan, pemerintah India mulai membahas tarif lebih tinggi buat barang impor China seperti AC (air conditioner), suku cadang mobil, furnitur, dan lainnya.
Aturan kualitas yang lebih ketat juga sudah mulai dibahas, untuk setidaknya 370 produk, termasuk bahan kimia dan baja, yang dapat diproduksi secara lokal.
ADVERTISEMENT
Konflik kedua negara di perbatasan Himalaya dimulai pada awal Mei 2020, sampai menyebabkan pertempuran kecil pada 15 Juni yang menewaskan 20 prajurit India.
Ini merupakan bentrokan mematikan pertama antara dua raksasa Asia selama 45 tahun. Perdana Menteri India Narendra Modi tidak mau terlihat tampil lemah di depan Tiongkok.
Namun, dirinya diperkirakan tak akan mengambil langkah lebih jauh seperti menutup investasi dari China, karena berisiko merusak perekonomian India yang sudah melemah.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
+++
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.