KTM: Berawal dari Bengkel Mobil, Kini Jadi Jagoan di MotoGP

27 Agustus 2020 18:07
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pebalap KTM Factory Racing, Johann Zarco (kanan), saat menjalani balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez. Foto: twitter/ktm_racing
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap KTM Factory Racing, Johann Zarco (kanan), saat menjalani balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez. Foto: twitter/ktm_racing
ADVERTISEMENT
Jenama sepeda motor asal Austria, KTM, sukses menunjukkan tajinya di ajang balap MotoGP 2020. Hingga balapan kelima saja, KTM sudah berhasil meraih dua kali podium 1 dan 1 kali podium 3.
ADVERTISEMENT
Di balik kesuksesan KTM di tahun ini, rupanya tidak banyak yang tahu bahwa pabrikan motor yang bermarkas di kota Mattighofen ini dulunya merupakan bengkel perbaikan mobil.
Melansir dari Motorcyle dan Racing Driven, bengkel perbaikan mobil KTM, pertama kali didirikan pada 1934 oleh engineer asal Austria, Johan (Hans) Trunkenpolz.
Setelah 3 tahun berselang, tepatnya pada 1937, Thrunkenpolz mulai melebarkan sayap bisnisnya dengan menjual sepeda motor DKW dan merek mobil Opel.
Pada tahap inilah bisnis Trunkenpolz mulai mengalami perkembangan. Dirinya pun mulai mencari nama yang cocok untuk dilernya itu. Dengan alasan produk yang ditawarkannya merupakan kendaraan asal Jerman, Trunkenpolz pun akhirnya berinisiatif menamai tempatnya menggunakan bahasa Jerman.
Sejarah KTM. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah KTM. Foto: dok. Istimewa
Nama yang dipilih pun akhirnya jatuh pada Krafthfahrzeug Trunkenpolz Mattighofen yang memiliki arti kendaraan bermotor dagangan trunkenpolz yang dijual di Mattighofen. Akan tetapi karena nama yang dirasa terlalu panjang itu dan akan sulit diingat, akhirnya Trunkenpolz pun berinisiatif untuk menyingkatnya menjadi KTM.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, di tengah bisnisnya yang mulai meningkat itu, Trunkenpolz harus menerima kenyataan pahit akibat pecahnya perang dunia kedua. Selama perang dunia kedua tersebut, KTM pun terpaksa beralih fungsi menjadi bengkel perbaikan mesin diesel.

Pasca perang dunia kedua jadi awal KTM menciptakan sepeda motor

Motor Pertama KTM. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Motor Pertama KTM. Foto: dok. Istimewa
Berakhirnya perang dunia kedua, maka berakhirnya juga larangan membuat kendaraan bermotor yang diterapkan oleh berbagai pemerintahan di dunia.
Pada masa ini lah, Trunkenpolz mulai memiliki ide cemerlang dengan menciptakan sepeda motor. Krisis yang terjadi akibat perang dunia kedua, tentu membuat usaha yang dilakukan Trunkenpolz dalam menciptakan sepeda motor menjadi tidak mudah.
Meski harus mengalami perjuangan berat, akhirnya pada 1951 Trunkenpolz berhasil menciptakan sepeda motor pertamanya, yakni R100.
ADVERTISEMENT
Motor bermesin rotax itu dibangun dengan menggunakan berbagai komponen rumahan dan keterbatasan peralatan. R100 akhirnya mulai resmi diproduksi oleh Trunkenpolz pada 1953.
Di awal produksinya itu, dengan bantuan pekerja sebanyak 19 orang, Trunkenpolz hanya mampu memproduksi 3 sepeda motor saja per harinya.

Awal perkembangan KTM di industri sepeda motor

Pabrik KTM. Foto: dok. KTM
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik KTM. Foto: dok. KTM
Masih di tahun yang sama, yakni 1953, bisnis milik Trunkenpolz itu sukses merebut hati seorang pebisnis bernama Ernst Kronreif. Kronreif akhirnya resmi menjadi pemegang saham terbesar KTM sekaligus mengubah arti nama KTM dari yang tadinya Krafthfahrzeug Trunkenpolz Mattighofen menjadi Kronreif Trunkenpolz Mattighofen.
Berkat keterlibatan Kronreif itu lah, KTM semakin berkembang pesat menjadi pabrikan sepeda motor. Memasuki 1954, KTM memperkenalkan 1 model sepeda motor terbarunya, yakni R125 Tourist, disusul pada 1955 dengan peluncuran 2 model baru lagi, yaitu Grand Tourist dan Mirabell Scooter.
ADVERTISEMENT

Awal partisipasi di dunia balap

Sejarah KTM. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah KTM. Foto: dok. Istimewa
KTM mulai mengawali kiprahnya di ajang balap motor pada 1954 dengan mengikuti ajang balap nasional Austrian 125cc national championship.
Sementara di ajang balap internasional, KTM mengawali debutnya pada 1956 dengan ikut ambil bagian di ajang balap motorcross. Menyusul di tahun-tahun berikutnya, KTM seolah tak ketinggalan dalam meramaikan berbagai ajang balap motor internasional.
Berbagai prestasi di ajang balap tanah dan aspal bergensi pun berhasil diraih oleh KTM. Sejak 1954 hingga 2016, tercatat KTM berhasil mengoleksi 260 gelar juara dunia dari berbagai jenis balap motor. Mulai dari motorcross, supercross, dakar rally, hingga supermoto.

Mulai terjun di balap MotoGP

Pebalap KTM Tech3, Hafizh Syahrin belum meyakinkan di MotoGP 2019. Foto: twitter/ktmtech3
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap KTM Tech3, Hafizh Syahrin belum meyakinkan di MotoGP 2019. Foto: twitter/ktmtech3
Awal kiprah KTM di ajang MotoGP sendiri, baru dimulai pada 2012. Kala itu KTM mendaftarkan diri sebagai tim pabrikan untuk kelas balapan Moto3.
ADVERTISEMENT
Pada tahun keduanya di balap Moto3, tepatnya di 2013, dua pebalap KTM berhasil mengamankan juara 2 dan 3 umum. Disusul pada 2014 dan 2016, KTM akhirnya berhasil menjadi juara umum di ajang Moto3.
Setelah 5 tahun berkiprah di Moto3, pada 2017 akhirnya KTM mulai memberanikan diri untuk naik kelas dengan ikut ambil bagian di kelas Moto2 dan MotoGP.
Pebalap MotoGP, Miguel Oliveira. Foto: Lisi Niesner/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap MotoGP, Miguel Oliveira. Foto: Lisi Niesner/Reuters
Di awal kemunculannya di ajang balap bergengsi itu, KTM memang belum berhasil menunjukkan performa apiknya. Barulah pada tahun 2020 ini, KTM mulai menampilkan performa terbaiknya melalui tim utama dan tim satelitnya.
Tak pelak, berkat performanya gemilangnya itu, kini KTM pun mulai diperhitungkan dan disejajarkan dengan tim balap pabrikan lainnya, seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Ducati.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020