Lindungi Industri Otomotif, Bebas Pajak Meksiko Hanya untuk yang Punya Pabrik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Meksiko  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Meksiko Foto: Shutter Stock

Kementerian Ekonomi Meksiko kabarnya akan mengeluarkan kebijakan insentif pemotongan tarif impor komponen otomotif —berupa Semi-Knocked-Down (SKD) dan Completely Knocked-Down (CKD)—dari 10 persen menjadi 0 persen selama lima tahun.

Menurut laporan Reuters via USNews, langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meredam kekhawatiran atas potensi banjir mobil impor asal China.

Kendati demikian, kebijakan tersebut justru disinyalir media setempat dapat menjadi bumerang. Aturan itu dikhawatirkan dimanfaatkan oleh produsen asal China yang sudah beroperasi di sana—seperti GAC dan JAC—untuk mendatangkan komponen otomotif dengan harga yang jauh lebih murah.

Sebagai respons atas celah tersebut, pemerintah menegaskan bahwa insentif pemotongan tarif impor ini nantinya hanya akan berlaku bagi produsen otomotif yang sudah memiliki fasilitas produksi aktif di Meksiko.

Ilustrasi pabrik mobil Toyota Guanajuato di Meksiko. Foto: Toyota

Dijelaskan bahwa insentif bea masuk 0 persen tersebut hanya bisa dinikmati oleh produsen yang telah berinvestasi dan memiliki fasilitas manufaktur berjalan di Meksiko.

Kementerian Ekonomi setempat membeberkan terdapat setidaknya 11 pabrikan otomotif yang sudah memenuhi syarat penerima program bantuan dari pemerintah. Kendati tidak merinci lebih lanjut nama-nama perusahaan tersebut.

Berdasarkan data industri, 11 produsen yang berpotensi menikmati fasilitas bebas tarif tersebut mencakup Audi, BMW, Ford, General Motors, Honda, Kia, Mazda, Nissan, Stellantis, Toyota, dan Volkswagen.

Pengetatan syarat insentif ini bergulir di tengah melesatnya angka penjualan kendaraan bermerek China di Meksiko hingga hampir 30 persen pada semester pertama. Lonjakan tersebut terus terjadi meski pemerintah setempat telah menetapkan tarif tinggi untuk membentengi pasar domestik dari gempuran impor asal Asia.