Masuk Indonesia, Fitur Pengisian Kilat BYD Ini Cuma Ada di Mobil Rp 2,2 Miliar

BYD akhirnya memperkenalkan Blade Battery generasi kedua ke Indonesia. Pabrikan China itu berharap, teknologi ini bisa memperkuat posisinya sebagai mereka mobil listrik terlaris di Tanah Air.
Blade Battery 2nd Generation berbasis lithium iron phosphate (LFP) generasi terbaru. Sejumlah peningkatan dibawa termasuk memberikan kemampuan pengisian daya cepat dan diklaim memiliki ketahanan baterai dari degradasi.
"Selama ini ada anggapan bahwa kecepatan isi daya dan kapasitas baterai itu bagaikan dua hal yang saling bertolak belakang. Kalau mau cas cepat, baterainya boros atau mungkin hanya muat sedikit. Mirip seperti jungkat-jungkit, kalau satu naik, yang satu harus turun," kata Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia, Ubaedilah saat memberikan paparan, Senin (12/10).
Insinyur BYD merancang ulang empat komponen utama baterai, yang mencakup penyempurnaan pada sektor material, elektroda, sel baterai, hingga arsitektur sistem secara menyeluruh.
Berkar arsitektur FlashPass Ion Transport System serta restrukturisasi elektroda High-Throughput, perpindahan ion lithium di dalam sel baterai dapat berlangsung secara instan dengan resistansi internal yang sangat rendah.
"Kami merancang ulang desain di empat komponen utama: material, elektroda, sel baterai, hingga sistem. Dan hasilnya, density second-generation Blade Battery meningkat lebih dari 5 persen jika dibandingkan dengan generasi pertama," jelas Ubaedilah.
Formulasi ini membuat pengisian daya dari 10 persen hingga 70 persen SoC (State of Charge) hanya memakan waktu 5 menit. Sementara itu, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen dapat dituntaskan hanya dalam waktu 9 menit.
Ubaedilah menekankan bahwa kecepatan waktu pengisian ini menempatkan teknologi BYD sebagai salah satu pencapaian tertinggi di industri otomotif global saat ini.
"Untuk pengisian dari 10 persen sampai full SOC, hanya butuh waktu 9 menit saja. Dan ini adalah pengisian daya tercepat saat ini untuk kendaraan produksi massal, sebagai pencapaian yang belum pernah ada sebelumnya. Inilah pengalaman revolusioner yang kami hadirkan oleh second generation Blade Battery kepada pengguna," tegas Ubaedilah.
Blade Battery 2nd Generation juga melampaui standar validasi keselamatan nasional Tiongkok maupun sertifikasi internasional IEC. Baterai ini teruji tidak mengalami kebakaran (thermal runaway) saat diajukan dalam uji tusuk paku (nail penetration) bersamaan dengan proses pengisian Flash Charging hingga 500 siklus.
Daya tahan mekanisnya turut dibuktikan melalui pengujian benturan bawah (underbody impact test) dengan energi hingga 1.500 joule atau 10 kali lipat lebih tinggi dari standar keselamatan yang dipersyaratkan.
Adapun teknologi baterai ini baru tersedia pada Danza Z9GT yang sanggup menempuh jarak jelajah hingga 701 km (NEDC). Sedan sport touring ini dijual di Indonesia dengan harga Rp 2.250.000.000.
