Otomotif
·
11 September 2021 16:27
·
waktu baca 2 menit

Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150342)
searchPerbesar
Taksi terbang EHang 216 tampil perdana di Senayan, Jakarta, Jumat (10/9). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparan
Taksi terbang atau taksi drone pertama di Indonesia akhirnya resmi diperkenalkan di depan publik, Jumat (10/9), oleh Prestige Image Motorcars, dan didampingi Ketua MPR Bambang Soesatyo.
ADVERTISEMENT
Sebagai pecinta otomotif, dan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), dirinya juga sangat mendukung kendaraan energi terbarukan, termasuk taksi terbang bertenaga listrik ini.
Rencananya kata pria yang karib disapa Bamsoet ini, terbang perdana akan dilakukan di Bali bulan depan, atau tepatnya Oktober 2021.
"Unitnya masih baru satu ini, dan bila pemerintah ini akan jadi transportasi untuk pariwisata. Harganya kurang lebih Rp 8 miliar" ucapnya.

Rasanya duduk di kursi EHang 216

Saat peluncuran redaksi kumparan terbilang beruntung, bisa diberi kesempatan masuk dan duduk di dalamnya. Ya mengingat buat produk-produk seperti ini, biasanya cuma buat tamu-tamu eksekutif saja.
Untuk masuk ke dalam kabin taksi terbang ini ada trik khusus, dan tak bisa semudah seperti masuk kendaraan darat pada umumnya ya.
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150343)
searchPerbesar
Redaksi kumparanOTO menjajal kursi penumpang taksi terbang EHang 216 di Senayan, Jumat (10/9). Foto: Dok. Istimewa
Daun pintunya terbuka ke atas atau yang biasa disebut Gullwing-doors, atau ada juga yang bilang Falcon-door. Hanya saja tak terbuka penuh, tapi masih ada cukup ruang untuk akses ke kabin. Meskipun ketika masuk kepala sempat terbentur.
ADVERTISEMENT
Kursinya semi bucket-seat yang pas di tubuh, dan tersedia dua kursi untuk penumpang lainnya. Sepertinya kalau diisi penuh, bahu antar penumpang menempel satu sama lain.
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150344)
searchPerbesar
Redaksi kumparanOTO menjajal kursi penumpang taksi terbang EHang 216 di Senayan, Jumat (10/9). Foto: Dok. Istimewa
Untuk legroom luas dan kaki bisa selonjoran. Tak ada tombol apapun di bagian dalam, hanya ada layar monitor untuk navigasi dan informasi lain soal kondisi real time EHang 216.
Tersedia juga bagasi di bagian belakang taksi terbang ini, dengan maksimal kapasitas 10 kilogram. Sementara untuk total bobot yang bisa diangkut mencapai 220 kilogram.
Jadi penasaran bagaimana rasanya terbang dengan EHang 216.
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150345)
searchPerbesar
Taksi terbang EHang 216 tampil perdana di Senayan, Jakarta, Jumat (10/9). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Spesifikasi

EHang 216 punya dimensi tinggi 1,77 meter, dengan lebar 5,61 meter. Taksi terbang ini bertenaga listrik ini sanggup menempuh 35-63 kilometer untuk sekali charge.
ADVERTISEMENT
Waktu terbangnya sendiri berkisar mulai 21-40 menit, dengan kecepatan maksimal di angka 130 km/jam.
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150346)
searchPerbesar
Taksi terbang EHang 216 tampil perdana di Senayan, Jakarta, Jumat (10/9). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150347)
searchPerbesar
Taksi terbang EHang 216 tampil perdana di Senayan, Jakarta, Jumat (10/9). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150348)
searchPerbesar
Taksi terbang EHang 216 tampil perdana di Senayan, Jakarta, Jumat (10/9). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparan
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150349)
searchPerbesar
Taksi terbang EHang 216 tampil perdana di Senayan, Jakarta, Jumat (10/9). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparan
Mencoba Duduk di Kursi Penumpang Taksi Drone EHang 216 (150350)
searchPerbesar
Taksi terbang EHang 216 tampil perdana di Senayan, Jakarta, Jumat (10/9). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO