OTOHITZ-First Drive

Mencoba Toyota Corolla Hybrid dari Jakarta ke Semarang

5 Desember 2019 9:30 WIB
comment
20
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Eksistensi Toyota Corolla terus berlanjut hingga mewarisi keturunannya yang ke-12.
Pada generasi terbarunya, Corolla sudah bertransformasi lebih berkelas berkat nama Altis ini dan kini mendapat suntikan teknologi hybrid.
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
All new Toyota Corolla Altis Hybrid, demikian namanya, sekaligus jadi satu dari dua model hybrid Toyota yang diniagakan di Tanah Air di angka Rp 500 jutaan --Rp 566,3 juta tepatnya.
Karena masih hangat dan termasuk barang baru, kami pun tak ingin ketinggalan momentum menjajal Corolla Altis Hybrid ini.
Kami ulas pengalaman berkendara sedan hybrid termurah Toyota tersebut, hingga catatan konsumsi bahan bakarnya.
Impresi berkendara
Well, kesan pertama kali terhadap bentuk maupun interiornya, rasanya tidak begitu memunculkan nuansa masa depan. Bentuk dashboard, konsol tengah, hingga tuas transmisinya serupa dengan mobil Toyota kebanyakan.
Layout dashboard Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Artinya, bagi siapapun yang pertama kali mengemudikannya, tidak akan canggung terhadap embel-embel hybrid yang melekat pada model ini.
Karena sudah menganut sistem keyless, untuk masuk maupun mengaktifkan mesin dan teknologi hybrid-nya hanya dengan memencet tombol start-stop.
Model kunci Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Nah di sini kami membutuhkan waktu adaptasi sedikit, karena tentunya sistem operasionalnya berbeda dengan mesin mobil pada umumnya.
Dalam kondisi baterai terisi cukup, maka mode listrik murnilah yang akan bekerja pertama kali. Tidak ada suara mesin, melainkan hembusan angin AC yang terdengar.
Untuk berkendara, tetap menggunakan prosedur mobil matik biasa: injak pedal rem dulu, kemudian baru geser tuas transmisi ke D.
Posisi mengemudi Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Seperti di awal tadi, kendali transmisi pun mudah dioperasikan tinggal geser secara vertikal, tidak seperti tuas Prius Hybrid yang kelihatannya membingungkan.
Saat mulai akselerasi inilah, tarikannya lembut tapi bertenaga. Coba menginjak pedal akselerator lebih dalam lagi, rasa menghentaknya baru terasa, meski tidak ekstrem, karena mesin langsung hidup menambah pasokan daya ke motor listrik.
Tuas transmisi Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Dalam kondisi mengemudi biasa, power control unit sebagai otak dari sistem hybrid, bakal memutuskan mode listrik atau hanya mesin yang bekerja guna menjaga efisiensi.
Kondisi juga berlaku saat idling maupun keadaan stop and go. Suatu waktu bila baterai terisi penuh, maka mesin secara otomatis akan mati.
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Sebaliknya ketika daya listrik mulai menipis, mesin akan hidup menggerakan generator yang akan bertugas sebagai pemasok listrik.
Bantingan suspensi dan handling
Corolla Altis Hybrid yang jadi generasi ke-12 ini sudah dibangun menggunakan platform baru Toyota New Global Architecture (TNGA).
Klaim pabrikan, kendali di kecepatan tinggi lebih rigid, serta bisa mereduksi gejala body roll berkat penggunaan material baja berkekuatan tinggi. Selain itu posisi duduk juga lebih ke tengah dan rendah, guna menjaga pusat gravitasi mobil.
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Jujur soal handling-nya ini kami rasakan 'nurut' dan tidak liar, meskipun feeling body roll ketika bermanuver saat pindah lajur masih terasa.
Sementara bicara bantingan suspensi, bagian belakang yang sudah diganti dengan double wishbone, mental-mentulnya masih terasa tapi tidak terlalu ekstrem, racikannya pas tidak terlalu membuat limbung.
Posisi tangan saat mengemudikan Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Tembus 25,6 km/liter
Oke lanjut bahas efisiensi bahan bakarnya. Perjalanan dari kantor kumparan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan ke Semarang kurang lebih berjarak 450 km, berdasarkan hasil MID, angka konsumsi BBM-nya adalah 18,8 km/liter.
Sedangkan menggunakan metode full to full, didapat angka 15,6 km/liter.
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Angkanya tidak besar memang. Dalam pengujian ini, saat berangkat kami sempat mampir ke beberapa tempat, sehingga ada kondisi stop and go yang membuat konsumsi bahan bakarnya meningkat.
Kecepatan saat melaju di tol pun beragam, mulai dari menengah hingga tinggi.
Toyota Corolla Altis Hybrid tampak belakang Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Tapi beda cerita saat perjalanan pulang tanpa blusukan. MID menunjukkan angka 25,6 km/liter dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam dan posisi transmisi di B.
Panel instrumen Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Ketika B diaktifkan, maka fungsi regenerative braking akan bekerja, rasanya seperti ada interupsi engine brake ketika pedal akselerator diangkat.
Makanya saat deselerasi dan pengereman di tol ketika mendekati mobil di depan, power control unit akan mengubah energi rotasi ban menjadi daya listrik, yang sekaligus dapat ditampung baterai dan dimanfaatkan motor listrik, sehingga efisiensi bahan bakar tercapai.
Kesimpulan
Tangki bahan bakarnya saat diisi penuh bisa menenggak 43 liter. Lebih lanjut menurut informasi MID, jarak tempuhnya bisa mencapai 780 km, atau sama dengan ketika menempuh dari Jakarta ke Surabaya tanpa isi bensin lagi.
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Di atas kertas tentu bisa jadi pilihan alternatif kendaraan yang hemat kantong. Misal, diisi penuh bahan bakar RON 92, hanya menghabiskan dana sekitar Rp 423 ribuan.
Dalam pengujian kami ketika sampai Semarang dengan jarak 445 km, tangki sudah habis setengahnya, lalu kami isi lagi untuk mengetahui hasil metode full to full. Tentu bila digeber terus bukan tidak mungkin dengan sisa bensin yang ada bisa sampai Surabaya.
Berikut ini galeri foto Toyota Corolla Altis Hybrid.
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Model lingkar kemudi Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Layout dashboard Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Interior Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Blind Spot Monitoring System pada Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Desain velg Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Lampu utama Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Toyota Corolla Altis Hybrid di kawasan Kota Tua Semarang Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Toyota Corolla Altis Hybrid di kawasan Kota Tua Semarang Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Layout mesin Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Lampu belakang Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
OTOHITZ-First Drive Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten