Mengapa Helm Tak Boleh Diletakkan di Spion?

kumparanOTOverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi helm di motor Foto: Deanda Dewindaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi helm di motor Foto: Deanda Dewindaru/kumparan

Secara sadar atau tidak, banyak pemotor yang sesudah menggunakan helm langsung meletakkannya di spion. Bukannya tanpa sebab, spion jadi 'tangkai' yang paling mudah buat menaruh helm.

Hanya saja perilaku tersebut kalau terus dilakukan bisa berakibat buruk pada komponen helm. Terlebih pada lapisan EPS atau Expanded Polystyrene/Styrofoam yang bentuknya seperti gabus/styrofoam yang berwarna hitam atau putih.

Lapisan inner shell helm Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Kusnadi Naim, salah satu penggawa komunitas Belajar Helm mengungkapkan, memang efeknya tidak langsung dirasakan oleh pemilik helm. Sebab, kerusakannya tidak kasat mata.

"Sebenarnya efeknya enggak terlalu besar banget, tapi EPS jadi luka karena tertekan oleh ujung spion, busa juga ikut tertekan jadi gampang kempes," katanya saat dihubungi kumparan, Jumat (5/4).

Helm pengemudi GrabBike. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Untuk EPS yang sudah tertekan pada area tertentu, bisa kehilangan fungsinya guna meredam energi benturan bila sewaktu-waktu terjatuh.

EPS yang punya material layaknya styrofoam atau gabus yang padat, apabila tertekan dalam waktu yang lama bisa jadi pipih sehingga tidak mampu menyerap energi benturan yang besar.

Tambah Kusnadi, kerusakan bukan cuma terjadi pada lapisan EPS saja. Busa helm yang jadi komponen pelapis yang empuk dan halus sebelum kepala mengenai EPS juga bisa rusak.

embed from external kumparan

Gejalanya sama seperti EPS, kalau lama-kelamaan tertekan busanya jadi lembek sehingga bisa mengurangi kenyamanan saat mengenakan helm.

Sementara kalau dari sisi keamanan, helm yang hanya diletakkan di spion juga mudah dicuri orang.

"Maka perilaku tersebut (meletakkan helm di spion) tidak disarankan," tambah Kusnadi.

Bagasi BMW C400X, ilustrasi bagasi motor yang terisi helm full face Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Untuk itu, saran terbaik untuk menyimpan helm ketika habis dipakai adalah memasukkannya pada kantung helm yang telah disediakan pabrikan. Selain permukaan batok bisa terlindungi, juga terhindar dari berbagai macam kotoran dan debu.

Setelahnya simpan pada bagasi apabila kapasitasnya cukup menyimpan helm, atau letakkan pada permukaan yang datar juga pada rak yang dimensinya muat helm biar kondisinya tetap baik.