Mengapa Lampu Rem Kendaraan Warnanya Merah?

kumparanOTOverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lampu belakang Harrier generasi keempat. Foto: dok. Carscoops
zoom-in-whitePerbesar
Lampu belakang Harrier generasi keempat. Foto: dok. Carscoops

Ada yang pernah berpikir kenapa lampu rem kendaraan warnanya merah? Bukan cuma itu, setiap lampu kendaraan yang letaknya di belakang, selalu berwarna merah seperti reflektor maupun lampu kabutnya.

Penggunaan lampu berwarna 'sangar' ini bukannya tanpa alasan. Setiap pabrikan menyematkan warna merah karena mengacu kesepakatan Konvensi Jenewa tentang Lalu Lintas pada 19 September 1949.

Ilustrasi lampu rem belakang motor. Foto: istimewa

Warna merah cenderung mampu direspons baik oleh mata. Sebab mata normal manusia sanggup menerima spektrum warna dengan panjang gelombang 400 sampai 700 nanometer.

Sementara warna merah memiliki panjang gelombang tertinggi 630 sampai 760 nanometer.

Spektrum warna sendiri merupakan pengelompokan gelombang cahaya pada frekuensi, dan panjang gelombang tertentu yang dapat dilihat mata manusia.

Desain lampu belakang Hyundai Kona Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sederhananya meski warna merah mudah membias karena frekuensinya tinggi di mata manusia, spektrum warna merah cenderung tidak berubah.

Artinya jika warna merah dipantulkan ke material lain baik padat maupun cair dan membias, mata manusia akan tetap mudah mengenali warna tersebut.

Lampu belakang Mazda CX-30 Foto: Bagas Putra Riyadhana/kumparan

World Driver Association dan Jalopnik juga melaporkan, dalam keadaan hujan, kabut atau terdapat perbedaan suhu udara, warna merah tetap terlihat dari kejauhan ketimbang warna lain.

Oleh karena karakteristik lampu rem berwarna merah itu, menjadikan motorik manusia dapat mudah memahami dan cepat tanggap menangkap sinyal di sekitarnya.

Desain lampu belakang Nissan X-Trail baru mirip Livina Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sehingga disebutkan dalam artikel nomor 15 dalam kesepakatan tersebut, warna merah digunakan demi keselamatan pengendara, utamanya sebagai penanda pada malam hari: memberitahukan laju kendaraan melambat atau berhenti.

Ketentuannya minimal di setiap kendaraan terdapat satu lampu rem berwarna merah di sisi belakang. Tidak tanggung-tanggung, setiap pancaran warnanya sekurang-kurangnya harus terlihat dalam jarak 150 meter dengan keadaan malam yang cerah.

collection embed figure

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.