Mobil Listrik Dipakai Terjang Banjir 1 Meter, Bos BYD: Ini Bukan Perahu Amfibi!

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah mobil BYD nekat menerjang banjir dengan kedalaman satu meter untuk memberikan bantuan ke korban bencana. Foto: Bilibili
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah mobil BYD nekat menerjang banjir dengan kedalaman satu meter untuk memberikan bantuan ke korban bencana. Foto: Bilibili

Aksi heroik sekaligus nekat ditunjukkan oleh komunitas pemilik BYD di China. Dilansir dari 163, sekelompok relawan yang mengendarai mobil listrik Denza dan Fang Cheng Bao menerobos zona banjir di wilayah Guangxi untuk menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga yang terisolasi.

Aksi solidaritas ini muncul spontan dari jaringan komunitas pemilik mobil lokal, setelah wilayah tersebut diguyur hujan ekstrem akibat Topan Mesaak. Mengabaikan panduan keselamatan berkendara di cuaca buruk, armada sukarelawan ini justru langsung tancap gas menuju titik banjir yang paling parah.

Nekat, tapi bukan tanpa alasan. Mobil-mobil ini dibekali sistem isolasi baterai bertegangan tinggi yang ketat serta wading clearance (jarak aman banjir) yang memadai. Fang Cheng Bao, misalnya, mengusung sasis ladder frame dan penyegelan khusus di kolong mobil, sehingga bersertifikasi mampu menerjang banjir hingga kedalaman 800 mm.

Bos BYD: Mobil Listrik Bukan Perahu Amfibi

Berjumpa langsung Denza B5 PHEV di China. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Aksi terobos banjir ini rupanya memancing reaksi dari manajemen puncak pabrikan. Senior Vice President BYD, He Zhiqi, langsung mengeluarkan pernyataan resmi di media sosialnya, mengingatkan konsumen bahwa mobil listrik bukan perahu amfibi.

"Meskipun komponen Blade Battery kami sudah mengantongi sertifikasi tahan air IP67 dan IP68, berkendara menembus banjir yang dalam tetap berisiko secara operasional," tegas He Zhiqi.

Pihak pabrikan menjelaskan bahwa spesifikasi standar BYD hanya menjamin perlindungan saat mobil terendam air hingga maksimal 1 meter selama 24 jam. Proteksi ini dirancang untuk mencegah kebocoran arus listrik atau thermal runaway (lonjakan panas ekstrem pada baterai), namun bukan untuk dipakai menerjang banjir layaknya perahu.

Meski sudah diwanti-wanti, para pemilik BYD di lapangan tampaknya lebih percaya pada ketahanan kendaraannya. Demi mencapai desa-desa yang terputus dari akses luar, konvoi tetap melaju membelah banjir.

Menariknya, aksi penyelamatan ini didominasi oleh lini produk premium dan teranyar dari BYD Group. Dalam sejumlah rekaman video warga yang beredar, SUV flagship Denza N9 berbasis plug-in hybrid (PHEV).

Selain Denza N9, sorotan publik juga tertuju pada SUV off-road Fang Cheng Bao Bao 8. Tak ketinggalan, adapula Denza B5 dan Denza B8 turut ambil bagian.