Modifikasi Mobil 2023 Bakal Banyak Elektrifikasi

28 November 2022 19:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian RI, Taufiq Bawazier saat acara kick off OLX Auto IMX 2023 di Jakarta (28/11). Foto: NMAA
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian RI, Taufiq Bawazier saat acara kick off OLX Auto IMX 2023 di Jakarta (28/11). Foto: NMAA
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tren modifikasi kendaraan di Indonesia pada tahun depan akan sedikit berbeda. Biasanya fokus pada ubahan tampilan, dapur pacu, maupun fitur, nantinya bakal berubah ke elektrifikasi.
ADVERTISEMENT
Ini sejalan dengan akselerasi pemerintah dalam memacu penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan. Dengan begitu, industri modifikasi, aftermarket, dan aksesori juga akan menyesuaikan.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI Taufiek Bawazier mengatakan, modifikator akan mengikuti apa yang menjadi perkembangan teknologinya.
"Jadi yang penting ditonjolkan kreativitasnya, adjustment sama konsumennya. Tinggal teknologi yang tersedia ini terus bergerak, yang penting bagaimana bisa mengurangi penggunaan BBM dan emisi karbon, itu yang akan survive," jelasnya kepada kumparan di Jakarta, Senin (28/11).
Seremoni acara kick off OLX Auto IMX 2023 di Jakarta (28/11). Foto: NMAA
Lanjut Taufiek, industri modifikasi termasuk salah satu yang tidak begitu terdampak terhadap perubahan transisi dari kendaraan konvensional ke elektrifikasi. Apalagi elektrifikasi dapat menjadi potensi baru yang dapat dikembangkan para modifikator.
ADVERTISEMENT
"Ke depannya kami mendorong agar NMAA (National Modificator and Aftermarket Association) sebagai asosiasi industri modifikasi, menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSPro) untuk jasa industri modifikasi kendaraan," sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IMI Pusat sekaligus Ketua Dewan Komite NMAA, Bambang Soesatyo menilai, era elektrifikasi menjadi tantang baru para modifikator di tahun mendatang, seiring dengan perkembangan tren di dunia.
"Jangan sampai kita hanya sekadar menikmati produk modifikasinya saja, sudah saatnya industri modifikasi dan produk aftermarket bangkit dan menjadi pemain di ranah internasional," katanya.
Bagi para pelaku modifikasi, elektrifikasi disambut baik. Sebab industri tersebut berkembang bersama sesuai sesuai perkembangan teknologi dan pasar.
"Secara bisnis, perkembangan otomotif dan aftermarket tumbuh beriringan dengan perkembangan teknologi di dunia untuk membuka jaringan guna memperkenalkan serta mengeksplorasi pasar industri modifikasi dan aftermarket Indonesia di masa depan," imbuh IMX Project Director, Andre Mulyadi.
ADVERTISEMENT
***