Pameran GIIAS di Masa Pandemi, Ada Opsi Batal hingga Ganti Konsep

13 Agustus 2020 17:32
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Suasana GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Pameran otomotif GIIAS yang sempat tertunda, rencananya akan digelar pada 22 Oktober hingga 1 November 2020. Namun sampai saat ini masih belum pasti bagaimana konsep penyelenggaraannya.
ADVERTISEMENT
Mengingat pandemi COVID-19 juga masih belum mereda di Indonesia. Walaupun PSBB sudah dilonggarkan dan siap menuju new normal.
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto yang juga membidangi pengembangan pasar menyebut, masih ada sejumlah opsi yang bisa diambil terkait penyelenggaraan pameran otomotif tersebut.
"Kami masih menjadwalkan, tapi kalau situasinya tidak memungkinkan ya kami bisa mengambil beberapa opsi yang sedang kami rundingkan," ucapnya kepada kumparan, Kamis (13/8).
Suasana GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Peluang GIIAS batal

Jongkie tak menampik, pameran otomotif diharapkan mampu menstimulasi pasar. Apalagi, pasar roda empat menjadi sektor yang terpukul akibat COVID-19.
Sejumlah opsi yang dimaksud Jongkie termasuk meniadakan GIIAS edisi 2020. Hanya saja, Gaikindo akan tetap menyelenggarakan pameran dengan skala yang kecil. Nama dan konsepnya pun berbeda.
ADVERTISEMENT
"Belum tentu juga --membawa nama GIIAS, kan kami bisa mengganti nama juga, memang dosa bila ganti nama, sepanjang tidak dosa, ya, jalanin saja kan," tuturnya.
GIIAS yang identik dengan ajang pamer dan peluncuran mobil baru, kemungkinan tak akan ada di pameran dengan skala yang lebih kecil. Jongkie menyebut, pameran itu hanya difokuskan untuk mendongkrak angka penjualan.
"Saya concern dengan hal ini supaya bisa meningkatkan pasar. Jadi produksi bisa berjalan, pabrik komponen bisa memasok lagi, kan banyak itu komponen karyawannya," kata Jongkie.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020