Peluang Ekspor Wuling Confero dan Cortez Buatan Cikarang

kumparanOTOverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)

Keputusan Wuling Motors-- merek mobil asal China-- untuk masuk pasar Indonesia memang tak main-main. Membangun fasilitas produksi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan nilai investasi 700 juta dolar AS jadi salah satu strategi mereka mencoba peruntungan.

Kini, fasilitas seluas 60 hektare yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang Pusat, itu memproduksi model multi purpose vehicle (MPV); Confero dan Cortez untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Selain itu, mereka pun berencana untuk mengekspor dua produk itu.

“Untuk saat ini sepertinya negara-negara di Asia Tengggara yang mengadopsi right hand drive ya yang paling potensial. Nah, tapi untuk ke lebih spesifik ke mana tujuannya (negara) itu masih kami studi,” kata Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani.

Dia pun tak bisa berkomentar lebih lanjut soal rencana ini. Pun dengan model yang akan jadi prioritas entah itu Confero atau Cortez.

Lebih lanjut, Indonesia menjadi negara pertama yang menandai ekspansi Wuling di luar China. Meskipun ada fasilitas untuk perakitan ke India dan Amerika, yang mana komponennya masih disuplai dari China.

Wuling Confero (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wuling Confero (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)

“Ini (Indonesia) pertama kalinya ekspansi ke luar China yang ada pabriknya sendiri. Biasanya ekspor melalui General Motors (China),” katanya.

Adapun, pabrik Wuling Cikarang punya kapasitas produksi sebesar 120 ribu unit dan baru dipakai 2.300 unit per bulan, yang dibagi dua untuk produksi Confero dan Cortez.

Sementara itu, untuk menunjang produksi Wuling membawa 15 perusahaan komponen internasional untuk menempati Supplier Park dan bekerja dengan lebih dari 20 pemasok komponen lokal. Confero S, yang menjadi model pertama produksi pabrik Cikarang sudah memenuhi 56 persen tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN).