Pendiri PO Sinar Jaya Soal Bus Listrik AKAP: Lihat-lihat Dulu
·waktu baca 2 menit

Tren penggunaan bus listrik untuk angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) mulai dicoba oleh beberapa operator bus di Indonesia. Bahkan pendiri PO Sinar Jaya Rasidin Karyana bicara potensinya sebagai armada baru perusahaannya.
Ia menyebut, beberapa perusahaan otobus telah lebih dulu mencoba mengoperasikan armada listrik untuk rute tertentu. Hal ini menjadi indikasi awal bahwa elektrifikasi di sektor bus AKAP mulai diuji secara nyata.
“Betul, itu saya lihat sudah ada yang mengoperasikan itu Sumber Alam, ya. Dan saya dengar lagi PO yang di Jawa Tengah itu PO Efisiensi,” ujar Rasidin saat ditemui di Kemayoran, Jumat (22/5/2026).
Meski demikian, ia menyoroti bahwa tantangan utama penggunaan bus listrik saat ini masih terletak pada infrastruktur pendukung. Ketersediaan stasiun pengisian daya dinilai menjadi faktor krusial dalam mendukung operasional armada jarak jauh.
“Masalahnya, ya, kalau bus listrik, problemnya mungkin kan infrastrukturnya. Charging station-nya, dan saya tahu, ini mobil listrik yang masyarakat juga mulai banyak, kan,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean di stasiun pengisian daya jika tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Hal ini tentu dapat berdampak pada efisiensi waktu perjalanan armada.
“Salah-salah mereka nanti rebutan antre, kami ikut-ikutan. Wah, ini menghambat banget, gitu,” ujarnya.
Dibandingkan dengan bus berbahan bakar solar, Rasidin menilai operasional saat ini masih lebih praktis. Ketersediaan bahan bakar yang luas membuat armada konvensional dinilai lebih fleksibel untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh.
“Tapi kalau masih pakai solar, mungkin masih lebih mudah. Saya melihatnya begitu,” kata dia.
Kendati demikian, Sinar Jaya tidak menutup kemungkinan untuk ikut masuk ke segmen bus listrik di masa depan. Namun, keputusan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem.
“Artinya, mungkin, suatu ketika Sinar Jaya juga mungkin akan ikut bermain (bus listrik). Tapi, lihat-lihat dulu, lah,” ucap Rasidin.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, adopsi bus listrik untuk AKAP dinilai masih membutuhkan waktu. Terutama dalam memastikan kesiapan infrastruktur, efisiensi operasional, serta keberlanjutan bisnis bagi para operator.
