Penjualan Elektrifikasi Toyota Nasional Naik 86 Persen

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Veloz HEV. Foto: TAM.
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Veloz HEV. Foto: TAM.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengungkapkan penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota secara nasional — termasuk Lexus — pada Januari-Agustus 2026 mencapai 38.000 unit, naik 86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka itu setara 21 persen dari total penjualan Toyota secara nasional pada periode tersebut.

"Untuk elektrifikasi, penjualan Toyota, termasuk juga penjualan Lexus, pada periode yang sama mencapai 38.000 unit, atau 21 persen dari total penjualan Toyota. Jadi ini melihat bahwa kenaikan dibandingkan tahun lalu di periode yang sama adalah 86 persen," kata Bansar saat ditemui di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Bansar, total penjualan Toyota secara nasional pada Januari-Agustus 2026 tercatat 175.000 unit, naik 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan pertumbuhan positif di setiap kuartal.

"Di bulan Januari hingga Agustus tahun ini, penjualan Toyota tercatat mencapai 175.000 unit, atau 9 persen meningkat pada periode yang sama tahun lalu. Termasuk peningkatan positif per kuartal dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Pencapaian elektrifikasi tersebut, klaimnya, turut memperkuat posisi Toyota di pasar kendaraan elektrifikasi Tanah Air. "Pencapaian ini turut memperkuat posisi Toyota sebagai brand dengan penjualan kendaraan elektrifikasi tertinggi di Indonesia dengan komposisi mencapai 21 persen dari total penjualan Toyota," kata Bansar.

Innova Zenix Hybrid di GJAW 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Dari sisi model, Bansar menyebut Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid sebagai penyumbang utama penjualan elektrifikasi Toyota. Ia juga menyoroti performa Veloz Hybrid, yang menurutnya baru diperkenalkan sejak November tahun lalu namun mencatat Surat Pesanan Kendaraan (SPK) konsisten di atas 2.000 unit per bulan sejak peluncurannya.

"Hingga pencapaian SPK yang konsisten di atas 2.000 unit per bulan sejak kita luncurkan, kita perkenalkan di November tahun lalu. Hingga kini pemesanannya sudah mencapai 20.000 unit dan berkontribusi signifikan pada pertumbuhan penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota," ujar Bansar.

Sementara itu Vice President Nasmoco Group Jodjana Jodi memaparkan, komposisi penjualan elektrifikasi Toyota di Jateng-DIY naik dari 12 persen pada Januari-Agustus 2025 menjadi 26 persen pada periode yang sama tahun ini — lebih tinggi dari rata-rata komposisi nasional versi Bansar yang berada di 21 persen.

"Tahun ini kita mulai menjual Veloz khususnya di bulan April, walaupun disuplai Maret, ya. Tapi mulai April lebih kencang, sehingga secara total sampai Agustus jualan kita elektrifikasi komposisinya sudah naik ke 26 persen. Jadi dengan munculnya Hybrid, memang ini membuat komposisi market mulai berubah," kata Jodi.

Jodi menyebut Veloz Hybrid kini menjadi kontributor terbesar penjualan elektrifikasi Nasmoco di Jateng-DIY.

"Jadi kami berharap jualan kami di Hybrid untuk Veloz ini sekarang sudah cukup stabil di angka 200 sampai 250 per bulan. Dan mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan, dan ini naik cukup signifikan dibanding sebelum kita keluarkan Hybrid. Waktu itu kita jual kira-kira hampir 100 unit saja. Jadi naiknya hampir 2,5 kali," ujarnya.