Otomotif
·
10 Juli 2020 9:12

Penjualan Suku Cadang Suzuki Tumbuh: Motor 101 Persen dan Mobil 87 Persen

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Penjualan Suku Cadang Suzuki Tumbuh: Motor 101 Persen dan Mobil 87 Persen (31837)
Logo Suzuki di XL7 Foto: Bangkit Jaya Putra
PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) melaporkan penurunan penjualan suku cadang akibat pandemi COVID-19. Meski demikian, data memperlihatkan penjualan mulai berangsur naik pada Juni 2020.
ADVERTISEMENT
Sparepart Dept. Head PT SIM, Christina Yuwantie, mengatakan penurunan tersebut tak terlepas dari pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang membuat bengkel resmi Suzuki harus tutup.
"April dan Mei itu drastis kami turun penjualan. Terendah itu di bulan Mei yang hanya 26 persen pertumbuhannya," jelas Christina.
Menurut dia, capaian itu turun drastis dibandingkan capaian Januari dan Februari. Saat itu, divisi suku cadang Suzuki masih tumbuh di atas 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan Suku Cadang Suzuki Tumbuh: Motor 101 Persen dan Mobil 87 Persen (31838)
Pilihan oli mesin dari Ecstar Foto: Muhammad Ikbal
Selain suku cadang roda empat, pandemi COVID-19 turut membuat permintaan di segmen sepeda motor Suzuki juga terpukul.
Sementara itu, Christina mengklaim penjualan suku cadang mulai membaik di Juni 2020.
Begitu pemerintah membuka masa PSBB pindah ke PSBB transisi, penjualan kami ikut naik dan secara total pendapatan dari suku cadang itu sudah 92 persen dibandingkan periode yang sama Juni tahun 2019," terang Christina.
Penjualan Suku Cadang Suzuki Tumbuh: Motor 101 Persen dan Mobil 87 Persen (31839)
Pilihan oli mesin dan chemical dari Ecstar Foto: Muhammad Ikbal

Suku cadang motor paling banyak diburu saat PSBB transisi

Ia membeberkan, penjualan suku cadang sepeda motor Suzuki naik 101,5 persen dan mobil 87,7 persen.
ADVERTISEMENT
"Selama masa entah itu pandemi, krisis moneter, atau krisis apa pun, spare parts itu tidak pernah krisis. Karena pada saat mereka tidak bisa membeli unit baru, mereka memilih memperbaiki unit yang dimiliki. Sehingga otomatis akan membutuhkan spare parts," beber Christina.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.