Penjualan Toyota Avanza Naik 277 Persen, Ini 10 Mobil Terlaris di Maret 2021

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Veloz di IIMS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Veloz di IIMS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Pemberlakuan relaksasi PPnBM terhadap sejumlah mobil baru nampaknya berhasil meningkatkan angka penjualan mobil nasional.

Terbukti pada Maret 2021, angka penjualan mobil nasional mengalami peningkatan 39,4 persen untuk retail dan 42,1 persen untuk wholesales.

Mengacu data Gaikindo, angka penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) pada Maret mencatatkan 77.511 unit. Jauh lebih besar dibandingkan Februari yang hanya 46.943 unit.

Begitu juga dengan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler), yang naik dari 49.202 unit di Februari menjadi 84.910 unit pada Maret. Meningkatnya angka penjualan mobil itu, diamini Ketua Umum Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, sebagai dampak positif dari pemberlakuan relaksasi PPnBM.

“Iya memang stimulus atau insentif dari pemerintah telah berhasil menaikkan angka penjualan di Maret 2021. Sekarang produksi kendaraan bermotor juga harus dipacu, mudah-mudahan supplier komponen dalam negeri dapat memenuhi permintaan dari pabrik-pabrik kendaraan bermotor,” beber Jongkie kepada kumparan, Rabu, (14/4/2021).

Dari daftar klasemen wholesales dan retail sales di bulan Maret. Toyota masih jadi pemuncak dengan torehan 26.442 unit untuk retail dan 26.258 unit untuk wholesales.

Disusul Daihatsu di posisi kedua dengan retail 12.368 unit dan wholesales 16.770 unit. Berikutnya untuk posisi ketiga, ditempati Honda yang punya retail sales 10.048 unit dan wholesales 11.350 unit.

Berikut 10 besar merek dengan retail dan wholesales terbanyak di bulan Maret 2021:

Retail Sales

  1. Toyota - 26.445 unit

  2. Daihatsu - 12.368 unit

  3. Honda - 10.048 unit

  4. Mitsubishi Motors - 8.848 unit

  5. Suzuki - 8.179 unit

  6. Mitsubishi Fuso - 2.744 unit

  7. Isuzu - 2.165 unit

  8. Hino - 1.665 unit

  9. Wuling - 1.778 unit

  10. Nissan - 988 unit

Booth Daihatsu di IIMS Hybrid 2021. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Wholesales

  1. Toyota - 26.258 unit

  2. Daihatsu - 16.770 unit

  3. Honda - 11.350 unit

  4. Mitsubishi Motors - 10.102 unit

  5. Suzuki - 8.669 unit

  6. Mitsubishi Fuso - 2.986 unit

  7. Isuzu - 2.359 unit

  8. Wuling - 2.338 unit

  9. Hino - 1.713 unit

  10. Mazda - 439 unit

10 Mobil dengan Wholesales Terbanyak

Tak hanya jadi merek terlaris, mobil Low MPV Toyota, yakni Avanza, rupanya juga berhasil mencatatkan distribusi terbanyak pada Maret 2021, dengan angka 7.251 unit.

Capaian itu melonjak 277 persen bila dibandingkan Februari yang hanya 1.921 unit. Lonjakan permintaan Toyota Avanza ini juga dipicu adanya relaksasi PPnBM.

Ya, dengan adanya diskon PPnBM, harga Toyota Avanza memang mengalami penurunan sekitar Rp 12,2 juta hingga Rp 15,7 juta. Menyusul di posisi kedua terdapat jajaran produk Toyota lainnya, yakni Rush yang sukses membukukan wholesales 6.930 unit.

Toyota Rush Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Angka wholesales Rush itu naik hingga 220 persen dibandingkan Februari yang hanya 2.161 unit. Sama seperti Avanza, Toyota Rush juga turut mendapatkan diskon PPnBM yang membuat harganya turun Rp 17,2 juta hingga Rp 18,3 juta.

Selanjutnya di posisi ketiga, terdapat Honda Brio yang punya angka distribusi sebesar 6.326 unit. Bila dibandingkan Februari lalu yang punya angka distribusi 4.173 unit, terdapat kenaikan sebesar 51,5 persen.

10 Wholesales Terbanyak Maret 2021

  1. Toyota Avanza - 7.251 unit

  2. Toyota Rush - 6.930 unit

  3. Honda Brio - 6.326 unit

  4. Daihatsu Gran Max - 5.576 unit

  5. Daihatsu Sigra - 4.772 unit

  6. Mitsubishi Xpander - 4.707 unit

  7. Suzuki Carry - 4.520 unit

  8. Toyota Calya - 4.243 unit

  9. Daihatsu Ayla - 2.710 unit

  10. Honda HR-V - 2.612 unit

Honda HR-V Mugen Edition Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Optimistis

Kenaikan penjualan yang terjadi di Maret lalu, diharapkan Jongkie akan terus terjaga pada bulan April hingga akhir tahun. Adanya larangan mudik pada Lebaran tahun ini, juga dinilai Jongkie tidak akan terlalu berpengaruh pada penjualan mobil.

“Mungkin akan naik sedikit (dibandingkan Maret), tidak terlalu besar. Karena pangsa pasar perluasan relaksasi PPnBM 1.500cc-2.500cc tidak sebesar di bawah 1.500cc,” tutup Jongkie.

***