Perkuat Ekosistem EV, Vingroup Bangun Industri Baja Ramah Lingkungan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik VinFast di Hai Phong, Vietnam. Foto: VinFast
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik VinFast di Hai Phong, Vietnam. Foto: VinFast

Vingroup sebagai konglomerasi jenama Vietnam terus mengembangkan bisnis. Selain VinFast yang fokus dengan kendaraan listrik raksasa bisnis ini membentuk VinMetal, produsen baja berteknologi tinggi.

Tak tanggung-tanggung, di tahap awal produsen ini sudah menyiapkan kapasitas produksi hingga lima juta ton per tahun. Nantinya, VinMetal bakal menjadi rantai pasok dari strategi besar Vingroup dalam membangun ekosistem industri yang sepenuhnya terintegrasi.

Berdasarkan keterangan yang diterima kumparan, VinMetal memiliki langkah strategis dalam memperkuat posisi Vingroup di sektor elektrifikasi global. Nantinya, komponen kendaraan listrik VinFast, mulai dari panel bodi hingga rangka sasis memiliki standar internasional tinggi mulai dari kualitas maupun tanggung jawab lingkungan.

Strategi Vingroup Perkuat Ekosistem EV

Sasis mobil VinFast menggunakan material ramah lingkungan dari VinMetal. Foto: VinFast

Pasokan baja ramah lingkungan VinFast bakal sepenuhnya dipasok oleh VinMetal guna memungkinkan kontrol penuh atas rantai nilai dari bahan mentah hingga layanan purna jual.

Pendekatan ini menjadikan VinFast memiliki keunggulan strategis untuk menembus pasar global yang semakin kompetitif. Salah satu realisasi nyatanya adalah ekspansi ke Indonesia.

Pabrik VinFast di Hai Phong, Vietnam. Foto: VinFast

Di Tanah Air, VinFast tidak hanya fokus dengan mobil listrik, ekosistem jaringan pengisian daya V-GREEN, hingga layanan transportasi listrik Green SM juga sudah dikembangkan.

Ekosistem tersebut memungkinkan peluang kolaborasi antara Vietnam dan Indonesia dalam babak baru di era mobilitas ramah lingkungan di Asia Tenggara.

VinFast Lengkapi Seluruh Segmen EV hingga Ekosistem di Indonesia

Momen VinFast VF e34 saat perjalanan dari Depok ke Ciawi. Foto: VinFast

Dalam waktu singkat, VinFast sudah melengkapi lini kendaraan listriknya yang mampu menyasar semua segmen mulai dari VF 3 yang kompak hingga VF 9 di segmen premium.

Secara lengkap VinFast sudah memiliki beragam lini kendaraan listrik mulai dari VF 3 (mini-SUV), VF 5 (A-SUV), VF 6 (B-SUV), VF e34 (C-SUV), dan VF 7 (C-SUV).

Lebih lanjut, VF 3 dirancang guna mendukung mobilitas perkotaan, VF 6 dan VF 7 menyasar profesional muda dan segmen keluarga, sementara VF e34 dengan ground clearance tinggi dan pengisian daya cepat yang sesuai dengan kondisi jalan lokal.

VinFast VF6 Lilo & Stitch Edition di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Strategi tersebut tentunya mengubah paradigma konsumen yang ingin beralih dari kendaraan bensin atau yang ingin menambah opsi kendaraan kedua dengan beragam pilihan yang ditawarkan oleh VinFast.

Menariknya VinFast juga memudahkan masyarakat yang ingin memiliki EV dengan harga yang kompetitif. Mulai dari Rp156 juta hingga Rp539 juta, serta biaya operasional hingga enam kali lebih hemat dari SUV bensin sekelas.

Seremoni penyerahan perdana mobil listrik VinFast VF 3 ke konsumen Indonesia (20/4/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan

Soal varian baterai pabrikan juga menawarkan jarak tempuh mulai dari 210–480 km dan jaringan pengisian V-GREEN. Selain itu, pabrikan juga menawarkan garansi hingga 10 tahun, jaminan baterai tanpa batas jarak tempuh, serta program buyback hingga 90 persen dari harga awal.

Nantinya, VinMetal yang menjadi tulang punggung baja di setiap mobil VinFast, brand ini juga ingin menjadi tulang punggung industrialisasi hijau Indonesia.